Tampilkan postingan dengan label bakteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bakteri. Tampilkan semua postingan

Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Ilustrasi faringitis (photo:wikipedia)
Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), gejala, penyebab dan pengobatan. Faringitis dalam bahasa Latin disebut juga dengan pharyngitis dan biasa disebut juga dengan radang tenggorok. Faringitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada tenggorok atau hulu kerongkongan (pharynx).

Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah virus atau bakteri. Daya tahan tubuh yang lemah biasanya dapat dengan mudah terkena penyakit ini.

Virus penyebab

Penyebab paling umum adalah virus, termasuk virus penyebab common cold, flu, adenovirus, mononucleosis atau HIV.

Bakteri penyebab

Sebagian kasus juga disebabkan oleh bakteri. Yaitu bakteri streptokokus grup A, korinebakterium, arkanobakterium, Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia pneumoniae.


Gejala

Gejala umum radang tenggorokan adalah nyeri pada tenggorokan dan saat menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.

Gejala-gejala lain yang biasa terjadi adalah:
  1. Pembesaran kelenjar getah bening di leher
  2. Peningkatan jumlah sel darah putih
  3. Demam

Gejala diatas bisa disebabkan karena virus ataupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi yang terjadi karena bakteri. Selain itu terlihat ada lapisan seperti krim di amandel. Kelenjar getah bening di leher sering bengkak dan nyeri bila ditekan. Berbeda dengan faringitis virus, penderita faringitis streptokokus tidak mengalami rhinitis, suara serak atau batuk-batuk.

Komplikasi

Sebaiknya jangan biarkan penyakit ini sampai berat atau parah, karena dapat berefek pada organ tubuh lainnya seperti radang ginjal, demam rematik akut, radang telinga bagian tengah, sinusitis, dan radang sekitar amandel yang bisa menimbulkan nanah.

Pengobatan

Jika penyebabnya adalah bakteri pengobatan yang efektif adalah dengan menggunakan antibiotika. Namun pola makan sehat dengan buah, disertai dengan vitamin bisa menolong. jika penyebabnya streptokokus, diberikan tablet penicillin. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya. Berikan pula parasetamol atau aspirin untuk menghilangkan rasa sakit, dan menurunkan panas. Selain itu sebaiknya makan makanan yang lunak. Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk mendapatkan obat yang tepat.

Jenir Radang Tenggorokan

Faringitis terbagi menjadi dua jenis yaitu akut dan kronis:

1. Faringitis akut
Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.

2. Faringitis kronis
Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Faringitis diakses tanggal 30 April 2015
http://www.spesialis.info/?faringitis-(radang-tenggorokan),1144 diakses tanggal 30 April 2015

http://doktersehat.com/janis-gejala-dan-pengobatan-faringitis/#ixzz3YoFPR32q diakses tanggal 30 April 2015

Cara Sederhana Mengobati Bisul

Cara Sederhana Mengobati Bisul
Terkena bisul sangat tidak menyenangkan karena tempat bisul berada membuat rasa kulit seperti terbakar. Apalagi bisul tersebut terjadi pada bagian wajah anda. Selain menyakitkan juga membuat anda menjadi minder.


Dibawah ini adalah cara menyembuhkan bisul dengan menggunakan obat rumahan seperti yang dilansir oleh health liputan 6.

Obat bisul yang cukup efektif adalah dengan menggunakan kain penyeka muka dalam keadaan hangat. Lap sekitar bisul Anda dengan kain hangat selama sekitar 10 menit. Lakukan secara rutin sebanyak 3-4 kali sehari. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan jumlah sirkulasi darah di sekitar bisul.

Apabila bisul tersebut pecah, tutup bagian lukanya dengan menggunakan kain kasa steril agar tidak terjadi penyebaran infeksi bisul. Cuci juga tangan anda dengan menggunakan air hangat hingga bersih atau dengan menggunakan sabun cuci tangan penghilang bakteri.

Sebaiknya jangan mencoba untuk memecahkan bisul yang sudah cukup besar dengan tangan Anda sendiri agar tidak menyebabkan infeksi. Jika bisul sudah cukup membesar dan terasa lembut dan kenyal, sebaiknya Anda pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Cara lain mengobati bisul adalah dengan menggunakan obat salep anti bisul. Namun, penggunaan salep ini lebih efektif untuk bisul yang baru tumbuh. Tujuannya, agar bisul cepat matang dan permukaan menjadi kendur.


Itulah cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengobati bisul yang baru muncul. Semoga bermanfaat.

Pengertian Gonore atau Kencing Nanah, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan

Pengertian Gonore atau Kencing Nanah, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan
Gonore pada mata bayi
Gonore atau Kencing Nanah, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan. Kencing nanah atau gonore adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri tersebut menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.


Penyakit ini menginfeksi lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan). Akan sangat bahaya bila tidak diobati karena infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Biasanya membentuk koloni di daerah mukosa, orofaring, dan anogenital. Penyakit ini banyak menyerang orang usia muda, belum menikah, dan pendidikan rendah. Mayoritas terjadi pada perempuan. Namun gejala infeksi lebih sering timbul pada laki-laki. Infeksi pada anorektal dan faring sering terjadi pada laki-laki yang homoseksual.

Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri gram negatif, nonmotil, tidak membentuk spora, berkembang berkoloni membentuk diplokokus, atau pun tunggal monokokus. Manusia merupakan satu-satunya inang alami bakteri ini. Proses penularan bakteri membutuhkan kontak langsung dengan mukosa tubuh, bisa lewat hubungan seks, atau penggunaan toilet duduk. Bakteri ini menempel dengan pilinya.

Gejala

Gejala pada pria

Gejala pada pria awalnya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis.

Gejala pada wanita

Gejala awal timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim,rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Gejala pada homoseksual

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (seks anal) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Gejala akibat oral seks

Hubungan seksual melalui mulut seks oral akan menyebabkan terjadinya gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Pada umumnya tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang dapat menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Gejala bila terkena mata

Jika cairan terinfeksi terkena mata dapat menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya pada saat proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan mata bayi bengkak pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kebutaan.

Pengobatan

Pengobatan awal dengan memberikan antibiotik. Bila keadaan tidak membaik, karena ada beberapa golongan antibiotik yang sudah resisten terhadap gonore yaitu quinolones, Penisilin, Tetrasiklin, dan obat-obat golongan sulfa. Disarankan untuk kultur dari spesimen, serta mengganti golongan obat tersebut.

Pencegahan
  1. Hindari Seks Bebas.
  2. Berhubungan seks secara monogami, pastikan pasangan tidak terinfeksi.
  3. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
  4. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk di tempat umum.
  5. Segera obati bila ada keluhan seperti di atas.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kencing_nanah diakses tanggal 12 september 2014

5 Faktor Aneh Penyebab Diare

5 Faktor Aneh Penyebab Diare
5 Faktor Aneh Penyebab Diare. Faktor umum penyebab diare biasanya berasal dari makanan yang tercemari oleh bakteri. Sehingg ketika dilakukan pemeriksaan oleh dokter, dapat langsung diketahui penyebabnya. Namun bagaimana apabila anda tiba-tiba terkena diare tanpa memakan makanan yang tercemari bakteri atau makanan yang aneh sebelumnya? Mungkin berikut adalah faktor aneh penyebab diare.


Seperti yang dilansir oleh healt kompas berikut 5 faktor aneh penyebab diare:

1. Sorbitol
Sorbitol merupakan pemanis buatan yang dapat ditemukan dalam produk-produk bebas gula seperti permen karet, permen, obat batuk, minuman olahraga, jus, dan selai. Seorang ahli gastroenterologis Anish Sheth dan juga sebagai penulis buku "What's Your Poo Telling You?" mengatakan bahwa sorbitol saat dicerna ia akan menarik air di usus sehingga dapat menyebabkan diare.

Untuk mengatasinya anda dapat memperhatikan label-label produk tertentu dan hindari yang mengandung pemanis buatan ini.

2. Olahraga terlalu keras
Selain faktor makanan berolahraga juga merupakan salah satu faktor diare. Seperti angkat beban berat, lari atau besepeda jarak jauh. latihan terlalu keras tersebut akan mengalihkan suplai darah yang harusnya ke sistem pencernaan menjadi ke otot. Hal ini dapat membuat timbul rasa kram pada perut dan kotoran berdarah.

Mereka yang telah terbiasa melakukan olahraga keras tidak akan terkena diare karena faktor tersebut. Namun jika diare karena olahraga yang terlalu keras terjadi secara terus menerus segera konsultasi dengan dokter.

3. Giardia
Salah satu penyebab diare adalah parasit pada usus yang disebut Giardia. Aktivitas mendaki, berkemah, berenang di danau air tawar, atau minum air yang belum dimurnikan dapat menyebabkan parasit tersebut masuk dan menyebabkan diare.

4. Antibiotik
Antibiotik dapat pula menyebabkan diare. Hal ini karena antibiotik dapat mengubah keadaan flora dalam usus, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat. Ketidakseimbangan ini kemudian mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan. Pencernaan yang terganggu dapat menyebabkan terjadinya diare.

5. Minum alkohol
Meminum alkohol terlalu banyak dapat juga menyebabkan diare. Karena kandungan karbohidrat dalam alkohol tersebut sangat tinggi yang dapat menyebabkan fermentasi berlebihan pada usus. Hal tersebut akan memicu timbulnya gas berlebihan yang memicu rasa ingin BAB. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dengan perbanyak minum air putih.

Itulah beberapa faktor aneh penyebab diare yang belum kita ketahui. Semoga bermanfaat.

Pengertian Paru-paru Basah (Radang paru-paru), Gejala Penyebab dan Pencegahan

paru paru basah atau radang paru paru
Pengertian penyakit Paru-paru Basah atau Radang paru-paru, Gejala Penyebab dan Pencegahan. Sebutan paru-paru basah lebih dikenal di masyarakat. Namun sebenarnya penyakit ini dalam istilah medisnya adalah radang paru-paru atau pneumonia. Pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus.  Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun.

Beberapa kasus paru paru basah terjadi oleh karena menghirup tetesan kecil yang mengandung organisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Tetesan ini masuk ke udara ketika seseorang terinfeksi dengan kuman melalui batuk atau bersin. Dalam kasus lain, disebabkan ketika bakteri atau virus yang biasanya hadir di mulut, tenggorokan, atau hidung tanpa sengaja memasuki paru. Biasanya, respon refleks tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka akan mencegah organisme disedot dari organisme penyebab paru-paru basah.

Setelah organisme memasuki paru paru, mereka biasanya menetap di kantung udara dan bagian-bagian dari paru-paru di mana mereka berkembang pesat jumlahnya. Pada daerah ini paru paru kemudian menjadi terisi dengan cairan dan nanah (sel-sel inflamasi tubuh) karena tubuh berusaha untuk melawan infeksi.

Pneumonia mengisi alveoli paru-paru dengan cairan, menghalangi oksigenasi. Alveolus di sisi kiri dalam kondisi normal, sedangkan yang di sisi kanan penuh terisi cairan akibat pneumonia.
Pneumonia sering berawal sebagai infeksi saluran pernapasan atas yang kemudian berpindah ke saluran pernapasan bawah.

Faktor risiko dan kondisi yang memengaruhi pneumonia mencakup: merokok, imunodefisiensi, alkoholisme, penyakit obstruktif paru kronis, penyakit ginjal kronis, dan penyakit hati. Penggunaan obat-obatan yang bersifat menekan asam seperti penghambat pompa proton atau penyekat H2- dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia. Usia lanjut juga berpengaruh pada pneumonia.




Gejala

Gejala paru paru basah meliputi :
  1. Batuk, biasa disertai dengan dahak
  2. Nyeri dada
  3. Demam
  4. Kesulitan bernapas
  5. Telapak tangan dan kaki terasa dingin dan sering basah
  6. Dada terasa sakit saat batuk
Untuk mengetahui sesorang terkena radang paru-paru dapat menggunakan alat diagnostik mencakup rontgen dan pengambilan kultur dari sputum.

Beberapa vaksin untuk mencegah jenis pneumonia tertentu kini sudah tersedia. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab dasarnya. Dugaan pneumonia bakterial diobati dengan antibiotik. Jika pneumonianya parah, penderita biasanya dirujuk ke rumah sakit.

Pasien pneumonia yang menular biasanya menderita batuk produktif, demam yang disertai menggigil bergetar, sulit bernapas, nyeri dada yang tajam atau menghunjam selama menarik napas dalam-dalam, dan peningkatan laju respirasi. Pada manula, adanya kebingungan menjadi tanda yang paling utama. Tanda-tanda dan gejala khusus pada anak-anak balita yaitu demam, batuk, dan napas yang cepat atau sulit.

Penyebab

Penyebab utama pneumonia adalah bakteri dan virus. Penyebab yang disebabkan oleh fungi dan parasit sangat jarang dijumpai.  Berikut penyebab radang paru-paru :

Bakteri
Bakteri adalah penyebab paling umum dari pneumonia dapatan masyarakat (CAP), dengan Streptococcus pneumoniae berhasil diisolasi dalam hampir 50% kasus yang ada. Bakteri lain yang umum diisolasi mencakup termasuk: Haemophilus influenzae dalam 20% kasus, Chlamydophila pneumoniae dalam 13% kasus, dan Mycoplasma pneumoniae dalam 3% kasus Staphylococcus aureus; Moraxella catarrhalis; Legionella pneumophila dan Basilus gram-negatif.

Virus
Sekitar sepertiga kasus pneumonia pada orang dewasa disebabkan oleh virus dan sekitar 15% kasusnya terjadi pada anak-anak.

Fungi
Pneumonia yang disebabkan oleh jamur jarang dijumpai, namun lebih sering muncul pada individu yang menderita sistem kekebalan lemah akibat AIDS, obat penekan kekebalan, atau masalah medis lainnya.

Parasit
Beragam parasit dapat memengaruhi paru-paru, termasuk: Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis,Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae. Berbagai organisme ini biasanya memasuki tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, pencernaan, atau melalui vektor serangga.

Idiopatik
Pneumonia interstisial idiopatik atau pneumonia yang tidak menular merupakan kelas penyakit paru difus.

Pencegahan

Berhenti merokok dan menurunkan polusi udara di dalam ruangan, seperti yang berasal dari memasak di dalam ruangan dengan menggunakan kayu atau kotoran sapi. Merokok tampaknya menjadi faktor risiko terbesar untuk pneumonia pneumokokal pada orang dewasa yang seharusnya sehat. Kebersihan tangan dan menutupi batuk dengan lengan tangan bisa juga menjadi sarana pencegahan yang efektif. Pemakaian masker operasi oleh mereka yang sakit juga bisa mencegah penyakit.

Mengobati penyakit dasarnya (seperti HIV/AIDS, diabetes melitus, dan malnutrisi) dengan tepat bisa menurunkan risiko pneumonia. Pada anak-anak usia di bawah 6 bulan pemberian susu ibu ekslusif menurunkan baik risiko maupun keparahan penyakit. Di kalangan mereka yang menderita HIV/AIDS serta hitungan CD4 kurang dari 200 sel/uL, antibiotik trimetoprim/sulfametoksazol menurunkan risiko Pneumonia pneumosistis dan bisa juga berguna untuk pencegahan bagi mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh tapi tidak mempunyai HIV.

Menguji wanita hamil untuk Streptokokus Grup B dan Klamidia trakomatis, dan memberikan pengobatan antibiotik, bila diperlukan, menurunkan risiko tingkat pneumonia pada bayi sarana pencegahan transmisi dari ibu ke anak bisa juga efisien. Di kalangan lansia yang ringkih, perawatan kesehatan mulut yang baik bisa menurunkan risiko pneumonia aspirasi.

Berolahraga juga merupakan salah satu pencegahan pneumonia. Keluarnya keringat akan mengurangi radang paru paru.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_paru-paru diakses pada tanggal 5 agustus 2014
http://www.kesehatan123.com/1922/mengenal-penyakit-paru-paru-basah/ diakses pada tanggal 5 agustus 2014
http://paru-paru.com/gejala-paru-paru-basah/ diakses pada tanggal 5 agustus 2014