Tampilkan postingan dengan label pengertian penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian penyakit. Tampilkan semua postingan

Pengertian Penyakit Beri-beri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Beri-beri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit beri-beri yaitu penyakit yang di sebabkan kekurangan vitamin B1(tiamin). Akibat yang di timbulkan bengkak-bengkak dan  pembesaran pada betis, penyakit beri- beri ini bias mengenai siapapun namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi di zaman sekarang ini sudah jarang di temui penderita beri-beri karena semakin berkurangnya penduduk yang kekurangan gizi.

Ternyata  penyakit beri-beri tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga menyerang bayi yang menyusui melalui pada ibu yang kekurangan vitamin B1, atau pada bayi yang hanya diberikan susu formula yang kadar B1 nya tidak memadai. Penyakit beri-beri ini walau jarang terjadi ternyata penyakit ini bisa di tularkan melalui warisan. Beri-beri akibat warisan atau keturunan akan menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan vitamin B1.

Beri-beri umumnya akan mempengaruhi system:
  1. kardiovaskular (dikenal sebagai beri-beri basah)
  2. sistem saraf (dikenal sebagai beri-beri kering)
  3. Sindrom Wernicke-Korsakoff adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh defisiensi (kekurangan) vitamin B1 yang menimbulkan sejumlah gejala neurologis dan dapat menyebabkan psikosis, kebingungan dan halusinasi.

Gejala beri-beri umumnya reversibel jika segera diobati, namun bila pengobatan terlambat, maka akan mengakibatkan komplikasi permanen hingga bisa mengancam nyawa penderitanya.

Beri-beri, seperti halnya kekurangan vitamin lainnya, merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Menunda pengobatan beri-beri dapat mengakibatkan komplikasi permanen bahkan kematian. Jika  mengalami gejala-gejala terkait beri-beri, atau  merasa kurang mengonsumsi vitamin B1, sebaiknya segerahlah meminta bantuan medis.
Gejala beri-beri

Gejala beri-beri akan bervariasi tergantung sistem mana yang diserangnya (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Pada  Umumnya gejala beri-beri adalah reversibel, dengan syarat segeralah mendapatkan pertolongan dan pengobatan medis.

Ada 3 macam gejalah beri-beri yang sering muncul, yaitu :

Gejalah beri-beri kering :

Gejala bsesakeri-beri kering bisa terjadi sesekali atau setiap hari. Pada saat gejalanya muncul, maka yang terjadi adalah:
  1. Kesulitan berjalan
  2. Hilangnya koordinasi otot
  3. Hilangnya sensasi
  4. Jantung berdebar-debar
  5. Kaki terasa tebal dan kesemutan anggota badan
  6. Otot terasa lelah Dan kekuatan berkurang
  7. Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis (radang otak akut)
  8. Kelumpuhan
  9. Rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang hebat
  10. Gangguan bicara (cadel)
  11. Kesemutan atau sensasi lain yang tidak biasa yang terjadi pada tangan atau kaki
  12. Gerakan mata yang yang tidak terkendali (nystagmus)
  13. Muntah.


Gejala beri-beri basah :

Gejala beri-beri basah juga bisa terjadi setiap hari atau juga sesekali. Gejalanya antara lain:
  1. Kelelahan atau kelemahan
  2. Peningkatan denyut jantung
  3. Nyeri dan bengkak pada kaki
  4. Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)
  5. Sesak napas.
  6. Adanya pembengkakang kaki, tungkai bawah, dan muka
  7. Bila betis di tekan  terbentuk cekungan yang susah hilang

Gejalah beri-beri jantung

Gejalah beri-beri jantung juga bisa datang setiap hari atau sesekali Namun gejalah ini sangat berbahaya karna kelaamaan gejalah ini akan muncul tanpa ada kegiatan berat, mendadak langsung penderita bias meninggal dalam waktu singkat. Gejalahnya antara lain:
  • Rasa tekanan dari ulu hati
  • Sesak nafas
  • Berdebar-debar dalam menjalankan kegiatan

Beri-beri adalah penyakit berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Maka dari itu jika tidak segera di obati Dan di tagani maka akan mengancam kehiupan bagi si penderita. Oleh karna  itu jika salah satu gejalah beri-beri diatas ada yang mengalami, atau mengalami penurunan berat badan tanpa di ketahui penyebabnya , maka segerahlah mencari bantuan medis.

Penyebab Beri-beri

Beri-beri disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Kurangnya tiamin dapat disebabkan karena kurangnya asupan tiamin ke dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin tersebut. Karena saat ini sudah terdapat banyak makanan yang lengkap dengan vitamin, dan banyaknya suplemen vitamin, kekurangan asupan tiamin sudah jarang ditemui. Sebaliknya, beri-beri yang terjadi saat ini umumnya adalah karena ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan tiamin tersebut. Hal ini disebabkan karena penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan, atau juga disebabkan karena kelainan herediter.

Siapa saja yang berisiko terkena beri-beri?

Beri-beri sudah bukan lagi penyakit yang umum. Namun beberapa kebiasaan atau keadaan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beri-beri adalah:
  • Penyalahgunaan alcohol
  • Perawatan dialisis (cuci darah)
  • Makan diet rendah tiamin
  • Dosis tinggi atau penggunaan diuretik yang sering
  • Operasi bypass lambung (pengecilan lambung)
  • Tube-feeding (sonde)
  • Mengurangi risiko beri-beri
  • Risiko terkena beri-beri bisa diatasi dengan:
  • Mempertahankan diet seimbang
  • Mengurangi atau meninggalkan penggunaan alcohol
  • Mengonsumi suplemen vitamin.


Pengobatan beri-beri

Pengobatan beri-beri harus diawasi oleh seorang profesional kesehatan. Pengobatan dasar untuk penyakit beri-beri adalah dengan mengembalikan kadar tiamin dalam tubuh ke level normal. Hal ini bisa dicapai melalui pemberian suplemen tiamin secara oral atau injeksi. Jika beri-beri segera diobati, sebagian besar gejalanya akan hilang.

Komplikasi beri-beri

Beri-beri sebenarnya merupakan kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi parah dan mengancam hidup seseorang. Namun, jika pengobatan dilakukan sejak dini, gejala beri-beri bisa dihilangkan. Jika beri-beri terlambat diobati, maka gejalanya bisa menjadi permanen. Oleh karena itu, seseorang harus mendapatkan pengobatan segera ketika mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan beri-beri atau ketika merasa diet kurang tiamin. Setelah mendapatkan pengobatan, bisa meminimalisir risiko komplikasi yang serius dengan mentaati jadwal dan rencana pengobatan yang sudah dirancang khusus oleh profesional kesehatan. Komplikasi beri-beri antara lain: 
  • Sakit atau rasa  tidak nyamanan yang kronis
  • Gagal jantung kongestif (jantung kurang mampu memompa darah)
  • Kehilangan mobilitas (pergerakan)
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis Psikosis
  • Pingsan dan koma

Itulah penjelasan tentang penyakit beri-beri, contoh penyakit beri –beri, macam-macam penyakit beri-beri, dan penyebab penyakit beri-beri, serta cara menangulangi penyakit beri-beri. Walaupun penyakit beri-beri penderitanya sudah semakin berkurang di krnakan di zaman sekarang ini sudah semakin banyak vitamin dan juga ahli medis yang canggih dan modern, namun penyakit beri-beri ini wajib di waspadai. Maka dari itu perbanyaklah mengomsumsi makanan yang mengandung vitamin.

Sumber referensi:
http://www.medkes.com/2014/06/gejala-penyebab-pengobatan-penyakit-beri-beri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Beri-beri

Pengertian Penyakit Radang Usus, Jenis, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Radang Usus, Jenis, Gejala dan Pengobatan

Dalam hidup ada berbagai penyakit yang selalu menyerang contohnya radang usus, penyakit radang usus adalah di mana kondisi usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus terbagi menjadi dua, yaitu colitis ulseratif  dan crohn. Kedua kondisi ini muncul karena reaksi  dari system kekebalan tubuh  terhadap jaringan kekeblan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat. Kondisi ini di akibatkan oleh peradanga kronis pada  bagian gastrointestinal (system pencernaan).

Pengertian dari kedua radang usus :
  1. Colitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar
  2. Crohn adalah peradangan yang terjadi di seluruh system pencernaan, mulai dari mulut sampai anus.

Ternyata radang usus bukan Cuma satu ada pula radang usus yang cukup langka yaitu colitis collagenous dan colitis limfosistik kedua kondisi ini dikenal dengan istilah colitis mikroskopik.
Radang usus adalah penyakit jangka panjang yang biasanya gejala muncul dan menghilang selama beberapa waktu Tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada bagian mana saja yang mengalami peradangan.

Gejalah umum radang usus :

- Nyeri atau sakit pada bagian perut.
- Penurunan berat badan.
- Nafsu makan berkurang.
- Diare bercampur darah dan bersifat kambuhan.
- Merasa sangat lelah.
- Nafsu makan berkura
- Mengalami mual dan demam

Tetapi gejalah yang miuncul pada setiap orang tidaklah sama.  Kondisi ini akan dating dan pergi selama waktu yang sangat lama. Ketika kambuh , gejalanya  bias ringan atau sangat parah.

Penyebab Radang Usus

Sampai saat ini penyakit radang usus belum diketahui penyebab utamanya, namun resiko seseorang bisa mengalami radang usus yaitu pola makan dan tingkat stres yang tinggi dapat beresiko menderita radang usus. Tetapi keduanya bukanlah penyebab utama. Jadi untuk terhindar dari penyakit ini sebaiknya menjaga system kekebalan tubuh dan system imun tubuh. Namun selain penyebab di atas ternyata factor  keturunan juga diduga memiliki pengaruh pada munculnya radang usus. Risiko seseorang akan lebih tinggi apabila ada keluarga dekat yang menderita radang usus.

Berikut ini beberapa faktor lain yang wajib di waspadai agar terhindar dari radang usus:

-  Merokok. Kegiatan ini sangat meningkatkan risiko terkena penyakit Crohn.
-  Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Beberapa obat-obatan dalam kelompok OAINS bisa meningkatkan risiko mengalami radang usus, misalnya ibuprofen, naproxen, diclofenac dll.

Diagnosis Radang Usus

Berikut ini ada beberapa tes yang mungkin perlu dilakukan oleh dokter:

1. Tes darah

Tes darah akan dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh mengalami anemia atau infeksi  bakteri maupun virus. Tinja juga diteliti untuk memeriksa apakah ada darah.

2. Prosedur endoskopi

Dengan metode pemeriksaan ini, dokter dapat melihat bagian dalam sistem pencernaan  dan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

3. Tes pencitraan

Ada beberapa prosedur pencitraan seperti X-ray, CT scan, MRI, dan pencitraan sistem pencernaan juga dapat dilakukan.

Pengobatan Radang Usus

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan bagi penderita radang usus. Selala ini pengobatan ataupun pengobatan yang di lakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau hanya mencegah kambuhnya gejalah. Untuk gejalah ringan yang timbul mungkin tidak di perlukan pengobatan karna biasanya gejalah ringan hanya akan menghilang dalam beberapa hari dengan sendirinya. Tetapi tidak perlu kwatir selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan  juga di lakukan resiko komplikasi , penaganan ini di lakukan bias berbentuk terapi, obat-obatan, dan juga operasi.

Adapun bentuk obat- obatan untuk mengatasi radang usus yaitu:

1. Obat anti inflamasi non–steroid (OAINS)

Obat ini biasanya akan diberikan pertama kali untuk mengatasi radang usus. Obat ini berfungsi mengurangi inflamasi yang terjadi. Obat yang biasanya digunakan adalah aminosalicylate dan kortikosteroid.

2. Obat imunosupresan

Obat ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak atau membahayakan. Obat ini akan mengurangi inflamasi yang terjadi.

Beberapa contoh obat imunosupresan adalah:

- azathioprine
- cyclosporine
- infliximab

Bagi beberapa orang, kombinasi beberapa obat berfungsi lebih baik daripada hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.

Antibiotik

Obat ini bisa diberikan sebagai tambahan dari obat-obatan lainnya, terutama apabila terjadi infeksi. Penderita kolitis ulseratif mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan infeksi yang terjadi.
Contoh obat antibiotik yang umum digunakan adalah:

- metronidazole
- ciprofloxacin.

Obat-obatan lain

Terdapat obat-obatan lain untuk mengatasi gejala yang muncul akibat radang usus selain terjadinya inflamasi.  Mungkin bias di tanyakan pada dokter sebelum  mengonsumsi obat bebas yang bisa dibeli di apotek. Obat anti-diare, pereda rasa sakit, suplemen zat besi, suplemen vitamin, dan kalsium mungkin akan diberikan tergantung kondisi dan gejala yang muncul.

Apabila  penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala radang usus tidak bisa membantu, prosedur operasi mungkin perlu dilakukan. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang cukup parah biasanya tidak akan merespons penanganan dengan obat-obatan. Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian dari usus besar yang mengalami peradangan parah.

Pada penderita penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang sudah rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang masih sehat. Setelah operasi bukan berarti sudah bebas dari penyakit radang usus, maka dari itu di anjurkan  konsumsi obat-obatan perlu dilanjutkan untuk mencegahnya kambuh lagi.

Komplikasi Radang Usus

Penyakit radang usus yang terbagi menjadi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif bisa memunculkan beberapa komplikasi jika peradangannya tidak terkendali atau teratasi.

Berikut ini komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit Crohn:

-  Tukak

Apabila peradangan yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama atau kronis, bisa mengakibatkan munculnya tukak pada sistem pencernaan , seperti pada mulut, usus halus dan juga anus.

- Fistula

Tukak yang sudah dalam hingga membentuk lubang pada dinding saluran pencernaan akan menyebabkan fistula. Fistula adalah koneksi abnormal antara beberapa bagian tubuh misalnya usus dengan organ lain menjadi terhubung. Fistula akan mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan. Fistula bisa terinfeksi dan bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan benar.

-  Obstruksi usus

Penyakit Crohn bisa memengaruhi ketebalan dinding usus. Akibatnya, penyaluran hasil pencernaan makanan bisa tertutup. Untuk mengangkat bagian yang bermasalah, akan diperlukan prosedur operasi.

-Kanker kolon (usus besar)

Risiko terkena kanker kolon akan meningkat ketika penyakit Crohn memengaruhi usus besar. Bagi penderita penyakit Crohn, disarankan melakukan prosedur kolonoskopi secara teratur.

- Fisura ani

Munculnya luka robek pada jaringan di sekitar dinding anus atau pada kulit di sekitar anus. Luka ini bisa menjadi lokasi munculnya infeksi. Apabila terasa sakit dan pendarahan saat buang air besar.

- Malanutrisi

Tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi disebabkan munculnya peradangan yang terjadi dan gejala seperti mual dan diare. Kondisi yang sering terjadi pada penderita radang usus adalah defisiensi zat besi dan vitamin B12.

- Efek samping obat-obatan

Ternyata mengomsumsi  Obat-obatan untuk penyakit Crohn yang berfungsi menghalangi kinerja sistem kekebalan tubuh berisiko menyebabkan kanker limfoma dan kanker kulit. Kortikosteroid juga berisiko menyebabkan kerapuhan tulang, katarak, glaukoma, dan kadar gula tinggi.

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada kolitis ulseratif adalah:

- Muncul lubang pada usus besar.
- Pendarahan dalam.
- Dehidrasi.
- Peradangan pada kulit, mata dan persendian.
- Risiko terkena kanker kolon meningkat.
- Risiko penggumpalan darah meningkat.

Itulah sekilas  penjelasan  tentang penyakit radang usus dan cara pengobatan, memang pengobatannya belum di dapatkan secara umum namun dengan mencoba metode di atas mungkin dapat membantu. Maka dari itu sebelum terkena penyakit radang usus sebaiknya mencobalah hidup sehat dengan  menjaga daya tahan tubuh dan mengomsumsi makanan yang bergizi. karana lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Pengertian Penyakit Degeneratif dan Jenisnya

Pengertian Penyakit Degeneratif dan Jenisnya

Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami penambahan usia dan seiring bertambahnya usia penyakit degeneratif akan mengiringi proses penuaan. Dalam kehidupan pasti akan mengalami sakit, sakit adalah Salah satu organ pada tubuh tidak berfungsi normal. Faktor penyebab datangnya penyakit pada setiap orang yaitu di sebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau protozoa,  tetapi ada juga penyakit  yang bukan di sebabkan oleh infeksi  yaitu penyakit non infeksi. Contoh penyakit non infeksi adalah penyakit kekurangan gizi, kecelakaan, dan penyakit degeneratif.

Penyakit degenerative yaitu suatu penyakit yang muncul akibat kemunduran fungsi sel tubuh. Penyakit degenerative biasa disebut penyakit tua karena semakin bertambah usia semakin banyak pula penyakit

50 jenis penyakit degeneratif :
  • Dislipidemia
  • Diabetes mellitus tipe 2
  • Hipertensi
  • Stroke
  • Kardiovaskuler
  • Kanker usus
  • Kanker prostat
  • Kanker kulit
  • Otak palsy supranuclear progesif (PSP)
  • Wilson alpers
  • Creutzfeltd-jacob
  • Rasmussen’s ensefalitis
  • Dan beberapa penyakit tulang yang termasuk penyakit degenerative yaitu:
  • Cervikal pain
  • Low back pain
  • Neck shoulder syndrome
  • Dll

Pada umumnya penyakit sendi degenerative akibat inflamasi persendian yang di sebabkan penipisan dan kerusakan tulang rawan yaitu osteoarthritis dan arthopathy degenerative yang menyerang sandi pinggung.

Meskipun penyakit degenerative adalah penyakit yang dating akibat menurunnya fungsi organ tubuh karena usia lanjut, namun bagi anda yang kurang mejaga pola makan, sebaiknya mulai berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan tubuh.

Ada beberapa tips untuk mencegah penyakit degenerative yaitu dengan cara:                                                           

- Makan makanan yang memenuhi kebutuhan energy
- Makan karbohidrat sebanyak setengah dari jumlah kebutusan energy
- Batasi konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung minyak
- makan makanan yang beraneka ragam
- Disarankan makan empat sehat lima sempurna
- Biasakan sarapan pagi
- komsumsi garam yang beryodium
- perbanyak makanan yang mengandung zat besi
- untuk bayi berikan ASI eksklusif sampai usia 4 bulan
- Banyak minum air putih
- Hindari rokok dan minuman beralkohol dan,
- Lakukan kegiatan fisik secara teratur.


Itulah pengertian penyakit degenerative, macam-macam penyakit degenerative, dan cara menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit degeneratif.

Pengertian Penyakit Endemik dan Contohnya

Pengertian Penyakit Endemik dan Contohnya

Yang disebut dengan penyakti Endemik adalah Penyakit yang umum yang terjadi pada laju yang konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi. Kata endemik berasal dari bahasa yunani yaitu “en” yang berarti di dalam dan “demos” berarti rakyat. Jadi suatu masalah penyakit dikatakan sebagai endemik pada suatu populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar. Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata).

Berikut adalah contoh penyakit endemik di beberapa daerah di Indonesia, yaitu:

1. Demam berdarah
2. Malaria
3. Demam Tifoid
4. Chikungunya
5. Kaki Gajah (Filariasis)
6. Tuberkulosis (TBC)

Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata). Bila infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah orang yang terinfeksi tidak bertambah secara eksponensial, suatu infeksi dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic steady state). Suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemi pada akhirnya akan lenyap atau mencapai keadaan tunak endemik, bergantung pada sejumlah faktor, termasuk virulensi dan cara penularan penyakit bersangkutan.

Dalam bahasa percakapan, penyakit endemik sering diartikan sebagai suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu. Sebagai contoh, AIDS sering dikatakan "endemik" di Afrika walaupun kasus AIDS di Afrika masih terus meningkat (sehingga tidak dalam keadaan tunak endemik). Lebih tepat untuk menyebut kasus AIDS di Afrika sebagai suatu epidemi.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Wabah diakses tanggal 8 desember 2015

http://contohpenyakitendemik.blogspot.co.id/2015/05/penyakit-endemik-dan-contohnya.html diakses tanggal 8 desember 2015

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan. Penyakit Emfisem (Emfisema) adalah kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek. Gejala utamanya adalah penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas.

Emfisema merupakan penyakit kronis yang terjadi pada paru-paru dan ditandai dengan sesak nafas yang hebat. Kerusakan pada jaringan paru-paru dan hilangnya elastisitas paru-paru menyebabkan kesulitan bernapas. Jika dalam kondisi normal, udara memasuki hidung atau mulut dan perjalanan menuruni tabung udara (trakea) ke saluran udara utama (bronkus). Bagian ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru kanan dan kiri. Setiap cabang bronkus menjadi bagian yang lebih kecil (bronkiolus) dan akhirnya kantung udara menjadi semakin kecil (alveoli). Emfisema menyebabkan kerusakan pada paru-paru yang tidak dapat diubah. Seperti kantung udara menjadi hancur, paru-paru menjadi kurang mampu mentransfer oksigen untuk karbon dioksida dalam aliran darah, dan masih banyak lagi

Emfisema adalah salah satu dari beberapa penyakit yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan merokok adalah penyebab utama emfisema. Emfisema membuat kantung udara yang terdiri dari balon-balon yang bergerombol seperti tandan buah anggur menjadi kantung udara dengan lubang-lubang menganga di dindingnya. Hal ini mengurangi luas permukaan paru-paru dan, pada gilirannya, jumlah oksigen yang mencapai aliran darah. Penyakit ini juga perlahan-lahan menghancurkan serat-serat elastis yang membuka saluran udara kecil yang mengarah ke kantung udara. Hal ini memungkinkan saluran udara tersebut runtuh ketika mengeluarkan napas, sehingga udara dalam paru-paru tidak dapat keluar.

Penyebab
  1. Usia
  2. Merokok
  3. Polusi Udara
  4. Jenis Kelamin
  5. Faktor Keturunan
  6. Jarang Berolahraga
  7. Pola Hidup tidak Sehat
  8. Reaktivitas Saluran Pernapasan
  9. Kekurangan Enzim Alpha-1 Antitrypsin
  10. Bronkhitis Kronis yang berkaitan dengan merokok

Gejala
  1. Sesak Napas
  2. Batuk Kronis
  3. Sering Merasa Gelisah
  4. Penurunan berat badan
  5. Sering Merasa Kelelahan
  6. Berkurangnya Nafsu Makan
  7. Pembengkakan Pada Mata Kaki dan Kaki
  8. Penurunan Kemampuan untuk Berolahraga

Kebanyakan penderita penyakit ini adalah pria yang sudah berumur 50 tahun dan merupakan perokok berat untuk sebagian besar hidup mereka. Namun, sekarang yang merokok bukanlah hanya para pria saja, wanita juga sudah banyak yang merokok. Perkembangan pada penyakit Emfisema bisa dikatakan sangat lambat. Karena biasanya penderita akan merasakan sesak napas selama kegiatan atau latihan, dan alasan inilah yang mendorong seseorang datang ke dokter untuk melakukan konsultasi. Emfisema datang secara bertahap biasanya setelah penderita merokok selama bertahun-tahun, penyakit ini baru dapat dirasakan.

Komplikasi
  1. Sering mengalami infeksi ulang pada saluran pernapasan
  2. Daya tahan tubuh kurang sempurna
  3. Proses peradangan yang kronis di saluran napas
  4. Tingkat kerusakan paru makin parah.

Pengobatan Pada Penyakit Emfisema

Untuk memperlancar pengobatan, sebaiknya penderita berhenti merokok. Hanya dengan berhenti merokok dapat menghentikan perkembangan kerusakan paru-paru penyebab rokok yang dapat menimbulkan penyakit ini.

Pasien juga harus rutin melakukan cek ke dokter terhadap jenis pengobatan pada penyakit ini, karena jika pengobatan tanpa dilakukan dengan tuntas (sampai sembuh), maka penyakit yang sebelumnya diderita akan semakin parah. Terapkan pola hidup sehat mulailah dengan tidak merokok, rajin olahraga (ringan), perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan perbanyak minum air putih dalam sehari.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Emfisem diakses tanggal 13 November 2015
http://www.pdpersi.co.id/content/ajax_popular_science.php?psid=33 diakses tanggal 13 November 2015

http://www.gejalapenyakit.xyz/gejala-penyakit-emfisema/ diakses tanggal 13 November 2015

Pengertian Penyakit Batu Empedu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Batu Empedu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian penyakit Batu empedu, gejala, penyebab dan pengobatan. Batu empedu adalah cairan empedu yang mengeras atau membatu yang terbentuk dalam kantong empedu. Kantong empedu (gallbladder) adalah salah satu organ kecil yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di perut bagian kanan, tepat di bawah hati.

Kantong empedu yang normal memiliki cairan pencernaan yang disebut empedu untuk dilepaskan ke usus kecil. Jika cairan tersebut membatu, maka proses pelepasan cairan akan terganggu. Hal inilah yang kemudian menyebabkan gejala batu empedu.

Ukuran batu empedu sangat beragam, ada yang seperti sebutir pasir dan bahkan ada yang sebesar bola golf.

Gejala

Beberapa orang memiliki batu empedu tapi tidak mengalami gejala apapun. Gejala batu empedu timbul pada saat batu menyumbat saluran empedu dan menimbulkan peradangan. Gejala utama yang biasa di alami oleh penderita penyakit batu empedu adalah:

1. Sakit perut

Gejala utama batu empedu yaitu rasa sakit pada perut yang tiba-tiba, sakit perut biasanya berlangsung 1-5 jam (meskipun kadang-kadang bisa berlangsung hanya beberapa menit), dikenal sebagai kolik bilier.

2. Sakit di daerah uluhati

Beberapa penderita juga mengalami gejala lain jika penyumbatan lebih parah atau penyumbatan berkembang di bagian lain dari sistem pencernaan.

Rasa sakit yang biasa dirasakan di bagian tengah perut, antara tulang dada dan perut (ulu hati). Tepat di bawah tulang rusuk sebelah kanan, rasa sakit akan menjalar ke samping dan belakang (punggung). Rasa sakit terkadang dipicu oleh makan makanan berlemak, namun dapat juga terjadi pada setiap saat sepanjang hari dan dapat membangunkan penderitanya saat tidur di malam hari.
Selain itu beberapa penderita juga mengalami keringat dingin dan merasa mual atau muntah.

Gejala batu empedu lainnya

Gejala lebih serius akan muncul jika cairan empedu terhalangi dalam jangka lama, sehingga menyebabkan pengaruh pada organ lain seperti pancreas atau usus kecil. Jika hal tersebut terjadi, maka akan menimbulkan gejala berikut:

  1. Demam dengan suhu tinggi 38 ° C (100.4 ° F) atau lebih
  2. Sakit perut lebih hebat
  3. Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  4. Kulit gatal
  5. Diare
  6. Menggigil
  7. Kebingungan
  8. Tidak nafsu makan
  9. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala yang lebih serius seperti:
  10. Ikterus (Kuning)
  11. Nyeri perut yang berlangsung lebih dari delapan jam
  12. Demam (suhu tinggi) dan menggigil
  13. Sakit perut yang begitu kuat yang tak reda dengan posisi apapun

Penyebab

Belum diketahui jelas sebenarnya penyebab batu empedu. Namun diketahui bahwa batu empedu terjadi karena hal-hal sebagai berikut:

1. Cairan Empedu yang mengandung kolesterol tinggi

2. Cairan Empedu yang mengandung terlalu banyak bilirubin. Bilirubin adalah zat kimia yang dihasilkan dari sel darah merah yang rusak.

3. Gangguan Pengosongan Kantong empedu. Hal ini terjadi jika kantong empedu tidak dapat mengosongkan diri sepenuhnya.

Faktor-faktor risiko penyebab batu empedu

  1. Perempuan
  2. Usia 60 tahun atau lebih
  3. Kelebihan berat badan atau obesitas
  4. Banyak anak
  5. Makan makanan yang tinggi lemak
  6. Makan makanan tinggi kolesterol
  7. Makan makanan rendah serat
  8. Memiliki riwayat keluarga batu empedu
  9. Memiliki diabetes
  10. Kehilangan berat badan sangat cepat
  11. Mengambil beberapa obat penurun kolesterol
  12. Mengambil obat yang mengandung estrogen, seperti obat terapi hormon

Pengobatan

Pengobatan penyakit batu empedu digolongkan atas dua kondisi yaitu pengobatan pada penderita yang mengalami gejala dan yang tidak mengalami gejala sakit.

1. Pengobatan Batu empedu yang tidak menyebabkan tanda dan gejala

Penderita batu empedu yang tidak menyebabkan tanda dan gejala, biasanya terdeteksi dengan USG atau CT scan yang dilakukan saat cek up rutin atau untuk penyakit lain, biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun tetap waspada jika mengalami gejala-gejala seperti diatas. Jika terjadi gejala-gejala batu empedu segeralah periksa ke dokter.

Pengobatan Batu Empedu dengan tanda dan gejala

Pilihan pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Pembedahan (operasi)
Operasi dilakukan untuk mengangkat kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung empedu tidak terlalu berpengaruh, pasien tetap bisa hidup normal. Namun biasanya hanya memberikan efek diare, itupun bersifat sementara.

2. Obat Penghancur batu empedu
Obat penghancur batu empedu berfungsi untuk melarutkan batu empedu. Namun proses penghancuran ini memerlukan waktu yang sangat lama, dapat berbulan-bulan hingga tahunan, bahkan obat ini tidak bekerja secara efektif.

Sumber referensi:
http://mediskus.com/penyakit/batu-empedu.html diakses tanggal 10 september 2015

Pengertian Penyakit Lyme, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lyme, Penyebab, Gejala dan Pengobatan
Erythema migrans (photo:wikipedia)
Penyakit Lyme adalah penyakit peradangan akut yang ditandai dengan perubahan kulit, peradangan sendi, dan gejala yang menyerupai flu. Penyakit ini termaksud salah satu jenis penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara (vektor) berupa kutu. Nama Lyme diambil dari kata Old Lyme, suatu kota di Connecticut dimana penyakit ini pertama kali ditemukan.

Penyebab dan penularan

Penyakit ini disebabkan oleh Borrelia burgdoferi, bakteri dari golongan Spirochetes, dan disebarkan secara luas oleh kutu Ixodes scapularis. Kutu tersebut umumnya menghisap darah hewan seperti burung, hewan peliharaan, hewan liar, dan juga manusia.

Beberapa kasus penularan di beberapa benua :

Amerika

Penyakit Lyme tidak hanya ditularkan oleh kutu Ixodes scapularis, tetapi juga oleh tikus dan kutu Ixodes paficius.

Eropa

Di Eropa terdapat pesies Borrelia lainnya yaitu B. garinii yang juga mampu menyebabkan penyakit dengan gejala yang mirip seperti penyakit Lyme. Penularan penyakit tersebut di daerah Eropa dilakukan dengan vektor berupa kutu I. ricinus.

Asia

Penyakit Lyme disebabkan oleh B. afzelii melalui perantaraan I. persulcatus. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa distribusi penyakit ini sangat luas dan ditransmisikan ke manusia via golongan Borrelia dan berbagai jenis kutu yang berbeda spesiesnya, tergantung pada wilayah masing-masing.

Gejala

Gejala utama penyakit lyme adalah sakit kepala, sakit punggung, dingin, dan kelelahan. Biasanya muncul bintik merah yang lebar disekitar gigitan kutu yang disebut erythema migrans.

Gejala pada penyakit Lyme kronis ditandai dengan artritis dan gangguan neurologis seperti kelumpuhan, kelemahan pada beberapa bagian anggota badan, serta dapat terjadi kerusakan jantung. Dan jika tidak ditangani, sel B. burgdorferi dapat dapat menginfeksi sistem saraf pusat dan dorman hingga terjadi gejala klinis lainnya yang meliputi gangguan penglihatan, kejang, dan kelumpuhan wajah.

Radang sendi

Setelah beberapa bulan B. infeksi burgdorferi, sedikit lebih dari separuh orang tidak diobati dengan antibiotik mengembangkan serangan berulang dari nyeri sendi dan bengkak yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa bulan. Arthritis dapat beralih dari satu sendi yang lain. Lutut adalah yang paling sering terkena. Sekitar 10 sampai 20 persen orang yang tidak diobati akan terus mengembangkan arthritis kronis (jangka panjang).

Neurologis

Penyakit Lyme juga dapat mempengaruhi sistem saraf, menyebabkan gejala seperti;

  1. Kaku leher dan sakit kepala parah (meningitis)
  2. Sementara kelumpuhan otot wajah (Bell palsy)
  3. Mati rasa, nyeri, atau kelemahan pada anggota gerak
  4. Miskin gerakan otot

Perubahan yang lebih halus seperti kehilangan memori, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati atau kebiasaan tidur juga telah dikaitkan dengan penyakit Lyme.

Masalah sistem saraf biasanya mengembangkan beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah infeksi diobati. Gejala ini sering berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan dapat kembali.
Kurang umum, orang tidak diobati dapat mengembangkan masalah lain minggu, bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi.

Masalah Jantung

Kurang dari 1 dari 10 orang dengan penyakit Lyme mengembangkan masalah jantung, seperti detak jantung tidak teratur, yang dapat dimulai dengan pusing atau sesak napas.

Gejala lain

Kurang umum, penyakit Lyme dapat mengakibatkan radang mata, hepatitis (penyakit hati), dan kelelahan yang parah, meskipun tidak ada masalah ini mungkin muncul tanpa gejala lain penyakit Lyme yang hadir.

Sebagian gejala penyakit Lyme mirip dengan penyakit sifilis, namun penyakit Lyme tidak ditularkan melalui hubungan seks atau kontak fisik lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian B. burgdorferi ikut keluar melalui urin dan penularan pada hewan diduga banyak terjadi melalui urin yang terinfeksi.

Pengobatan dan Pencegahan

Untuk mencegah gigitan kutu pada kulit dan dari pakaian, dapat digunakan senyawa penangkal kutu berupa dietil-m-toluamida (DEET). Vaksin untuk penyakit Lyme juga telah dikembangkan dan terutama diperuntukkan untuk hewan. Untuk mengobati infeksi penyakit ini, dapat digunakan doksisiklin (senyawa turunan tetrasiklin), atau amoksisilin (antibiotik beta-laktam) selama 20-30 hari. Apabila penyakit telah memasuki fase kronis maka dapat digunakan penisilin atau ceftriaxone dalam dosis tinggi yang disertai dengan probenicid, senyawa kimia yang dapat mempertahankan serum antibiotik di dalam tubuh hingga 30 hari.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Lyme diakses tanggal 6 september 2015
http://www.news-medical.net/health/Lyme-Disease-Symptoms-(Indonesian).aspx diakses tanggal 6 september 2015
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150630111627-255-63239/kisah-perjuangan-avril-lavigne-melawan-penyakit-lyme/ diakses tanggal 6 september 2015

Pengertian Penyakit Ekshibisionisme dan Jenisnya

Pengertian Penyakit Ekshibisionisme dan Jenisnya
Photo: google image
Pengertian penyakit ekshibisionisme dan jenisnya. Sebenarnya ekshibisionisme merupakan sebuah kelainan seks yang suka memperlihatkan auratnya dengan atau tanpa pengetahuan orang lain. Sehingga definisi ekshibisionisme adalah tindakan memamerkan atau mengekspos ke publik bagian-bagian tubuh seseorang yang biasanya tertutup. Penderita biasanya mengekpos payudara, alat kelamin, atau bokong.

Para penderita ekshibisionisme mengekspos bagian tubuh mereka sedemikian rupa kepada kelompok teman-teman, kenalan, atau orang asing untuk sebagai hiburan, kepuasan seksual, atau untuk kesenangan.

Kelainan seks ini sudah sejak lama dilakukan, yaitu tercatat sejak zaman klasik, sering dalam konteks kelompok perempuan melakukan ini untuk mempermalukan laki-laki yang menghasut mereka untuk melakukan, beberapa tindakan publik yang dianggap tidak senonoh. Sejarawan Yunani kuno Herodotus memberikan penjelasan tentang perilaku ekshibisionis dari abad kelima SM dalam Historia.

Eksibisionisme pertamakali dianggap sebagai penyakit jiwa dalam jurnal ilmiah terbitan 1877 karya dokter dan psikolog Perancis Charles Lasègue (1809–1883). Hal ini karena perilaku eksibisionisme telah mengganggu kualitas hidup seseorang untuk dapat berfungsi secara normal dan dianggap kelainan psikologis, dikategorikan ke dalam Diagnostic and Statistical Manual, 4th Edition (kelas 302.4) sebagai menyimpangan seksual yang disebut "Parafilia".

Jenis paparan ketelanjangan

Dibawah ini adalah jenis bentuk eksibisionisme, yaitu:

1. Anasirma
Tindakan mengangkat rok ketika tidak mengenakan celana dalam, dengan tujuan untuk memamerkan alat kelamin.

2. Flashing
Tindakan membuka secara sementara anggota tubuh yang biasanya tertutup. Memamerkan secara singkat alat kelamin laki-laki atau perempuan dan payudara.

3. Martimaklia
Suatu jenis parafilia yang melibatkan ketertarikan seksual agar orang lain menonton tindakan seksual yang dilakukannya.

4. Mooning
Tindakan mempertunjukan bokong. Tindakan ini lebih sering dianggap lelucon, humor, hinaan atau ejekan, dan tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual; sedangkan jika dilakukan oleh perempuan, hal kebalikannya terjadi, yaitu dianggap rangsangan seksual.

5. Streaking
Aksi berlari telanjang bulat melintasi tempat umum. Tujuannya biasanya bukan bersifat seksual, tetapi nilai ketegangan dan "kejutan", dan dapat dilakukan laki-laki atau perempuan.

6. Kandaulisme
Tindakan yang dilakukan seseorang untuk menelanjangi pasangan seksualnya dengan cara yang eksplisit.

7. Reflektoporn
Tindakan menelanjangi diri sendiri dan mengambil gambar atau video dengan menggunakan permukaan memantul, seperti cermin, kemudian mengunggah gambar tersebut ke internet atau forum publik.

8. Skatologia telepon
Beberapa peneliti mengklaim bahwa perilaku ini adalah varian eksibisionisme, meskipun tidak terdapat komponen interaksi fisik secara langsung.

Klasifikasi

Secara umum terdapat dua kelompok Eksibisionisme yaitu yang tidak berbahaya dan yang berbahaya.
Dalam karya ilmiah Forensik dan Aspek Medik-Legal atas Kejahatan Seksual dan Praktek Seksual yang Tidak Biasa (2009) mengklasifikasikan eksibisionisme sebagai berikut.

Kelas I: Eksibisionis berfantasi

Orang-orang ini berfantasi memamerkan alat kelamin mereka kepada orang-orang yang tidak curiga, tapi terlalu takut untuk benar-benar melaksanakan fantasi itu.

Kelas II: Eksibisionis murni

Orang-orang ini puas dengan hanya memamerkan alat kelamin mereka dari kejauhan dan bermasturbasi.

Kelas III: Eksibisionis kriminal

Kelompok ini merupakan yang terbanyak dan sering terlibat dalam kejahatan seksual lainnya, terutama pedofilia dan penganiayaan anak.

Kelas IV: Eksibisionis ekslusif

Pada kelas ini pelaku Eksibisionis tidak dapat membentuk hubungan romantis normal dengan orang dari kelompok preferensi jender mereka, dan tidak bisa melakukan hubungan seksual yang normal. Bagi mereka, eksibisionisme adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Eksibisionisme diakses tanggal 5 september 2015

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan. Lupus atau dikenal juga dengan sebutan autoimune merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh manusia dan merupakan salah satu penyakit mematikan. Penyakit lupus terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justru menyerang tubuh pemiliknya.

Jenis penyakit lupus Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan jenis yang mematikan. Lupus jenis ini lebih dikenal dan sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman tentang penyakit ini di kalangan umum. Lupus lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria dengan perbandingan 9:1.

Tipe-tipe Lupus

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain:

  1. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
  2. Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  3. Lupus akibat penggunaan obat (drug inducted lupus)
  4. Neonatal (lupus yang terjadi pada bayi)

Gejala

Pengidap lupus akan mengalami serangan dari sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada bentuk yang sistemik (SLE), serangan lupus juga dapat memengaruhi organ dalam manusia yang vital, seperti ginjal dan hati. Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang pada selang waktu tertentu. Sementara lupus yang timbul akibat penggunaan obat akan hilang saat reaksi obat hilang dari tubuh.

Gejala lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE) sangat beragam. Banyak penderita SLE yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama lalu tiba-tiba mengalami serangan yang parah.

Gejala Utama SLE

Terdapat tiga gejala utama umum, antara lain:

  1. Rasa lelah yang ekstrem
  2. Ruam pada kulit
  3. Nyeri pada persendian

Berikut adalah gejala-gejala lain yang kemungkinan dialami penderita SLE:

  1. Sariawan yang terus muncul.
  2. Demam tinggi (38ºC atau lebih).
  3. Tekanan darah tinggi.
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening.
  5. Sakit kepala.
  6. Rambut rontok.
  7. Mata kering.
  8. Sakit dada.
  9. Hilang ingatan.
  10. Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.
  11. Tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki
  12. Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Penyebab

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi penyebab munculnya penyakit lupus, yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Namun secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui.

1. Faktor internal

Penyebab internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Sehingga penyakit ini disebut juga penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih beresiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.

2. Faktor eksternal

Dari faktor eksternal penyakit lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

  1. Stress berlebihan.
  2. Penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin, ampicilin.
  3. Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu,
  4. dan obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim dan septra, silsoxazole, tolbutamide.

Pengobatan

Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan yang ada hanyalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE.

1. Menghindari Paparan Sinar Matahari

Melindungi kulit dari sinar matahari sangatlah penting bagi penderita SLE. Ruam pada kulit yang dialami penderita SLE dapat bertambah parah jika terpapar sinar matahari.

2. Obat anti inflamasi nonsteroid

Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala atau serangan yang parah.

4. Hydroxychloroquine

Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama SLE

5. Obat imunosupresan

Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine,mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide

6. Rituximab

Jika obat-obat lain tidak mempan bagi penderita SLE, dokter akan menganjurkan rituximab. Obat ini termasuk jenis baru dan awalnya dikembangkan untuk menangani kanker darah tertentu, misalnya limfoma. Tetapi rituximab terbukti efektif untuk menangani penyakit autoimun, seperti SLE dan artritis reumatoid.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lupus_eritematosus_sistemik diakses tanggal 28 agustus 2015
http://www.alodokter.com/lupus/ diakses tanggal 28 agustus 2015

Pengertian penyakit talasemia, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan

Pengertian penyakit talasemia, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan. Penyakit Talasemia merupakan salah satu jenis dari anemia hemolitik. Penyakit ini juga merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal. Talasemia ini paling banyak dijumpai di Indonesia dan Italia.

Talasemia ditandai dengan kelainan pada sel darah merah yang mudah rusak. Kerusakan terjadi 3-4 kali lebih cepat dibandingkan dengan sel darah merah yang normal. Sel darah merah yang normal dapat bertahan hingga 120 sedangkan pada penderita thalassemia hanya bertahana sekitar 23 hari.

Penyakit talasemia terjadi karena kelainan pada gen-gen yang mengatur pembentukan dari rantai globin sehingga produksinya terganggu. Gangguan dari pembentukan rantai globin ini akan mengakibatkan kerusakan pada sel darah merah yang pada akhirnya akan menimbulkan pecahnya sel darah tersebut.

Penyebab

Penyebab thalassemia sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik dari orang pembawa gen (carrier) Thalasemia. Menurut data, enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Sehingga jika sepasang dari mereka menikah, kemungkinan mempunyai turunan anak penderita talasemia berat adalah 25%, 50% anak mereka menjadi pembawa sifat (carrier) talasemia, dan sisanya 25% kemungkinan bebas talasemia. Penderita terbanyak talasemia adalah anak usia 0 hingga 18 tahun.



Pengertian penyakit talasemia, Gejala, Pencegahan dan Pengobatan
photo (anggaputra.com)


Gejala penyakit talasemia

Gejala penyakit talasemia bervariasi tergantung dari jenis talasemia itu sendiri. Namun gejala umum yang ditimbulkan adalah mirip dengan gejala anemia. Berikut gejala-gejala umumnya :

1. Wajah terlihat pucat
2. Susah tidur atau Insomnia
3. Tubuh mudah lemas
4. Nafsu makan berkurang
5. Tubuh mudah mengalami infeksi
6. Kerja jantung lebih keras untuk memenuhi pembentukan hemogoblin
7. Mengalami kerapuhan dan penipisan tulang

Jenis talasemia

Berdasarkan klasifikasi kelainan gen dan keruasakan sel darah merah pada talasemia, maka terdapat beberapa jenis talasemia, yaitu talasemia alfa, beta, dan delta.

Talasemia alfa

Pada talasemia alfa, terjadi penurunan sintesis dari rantai alfa globulin. Dan kelainan ini berkaitan dengan delesi pada kromosom 16. Akibat dari kurangnya sintesis rantai alfa, maka akan banyak terdapat rantai beta dan gamma yang tidak berpasangan dengan rantai alfa. Maka dapat terbentuk tetramer dari rantai beta yang disebut HbH dan tetramer dari rantai gamma yang disebut Hb Barts. Talasemia alfa sendiri memiliki beberapa jenis.

  1. Delesi pada empat rantai alfa atau hydrops fetalis. Biasanya terdapat banyak Hb Barts. Gejalanya dapat berupa ikterus, pembesaran hepar dan limpa, dan janin yang sangat anemis. 
  2. Delesi pada tiga rantai alfa atau HbH disease biasa disertai dengan anemia hipokromik mikrositer. Dengan banyak terbentuk HbH, maka HbH dapat mengalami presipitasi dalam eritrosit sehingga dengan mudah eritrosit dapat dihancurkan. Jika dilakukan pemeriksaan mikroskopis dapat dijumpai adanya Heinz Bodies.
  3. Delesi pada dua rantai alfa dijumpai adanya anemia hipokromik mikrositer yang ringan. Terjadi penurunan dari HbA2 dan peningkatan dari HbH.
  4. Delesi pada satu rantai alfa atau biasa disebut juga silent carrier karena tiga lokus globin yang ada masih bisa menjalankan fungsi normal.

Talasemia beta

Disebabkan karena penurunan sintesis rantai beta. Dapat dibagi berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu talasemia mayor, intermedia, dan karier.

A. Thalasemia Mayor

Thalasemia jenis ini disebabkan oleh faktor genetika yang berasal dari kedua orang tua. Pada thalasemia mayor kedua orang tua merupakan pembawa sifat (carrier). Thalasemia mayor dibedakan lagi menjadi dua, yaitu :

1. Thalasemia alpha mayor disebabkan oleh gangguan genetik pada asam amino / protein globin alpha

2. Thalasemia beta mayor disebabkan gangguan protein beta pada tubuh. Jenis thalasemia ini biasanya menimbulkan dampak yang lebih serius dibandingkan jenis minor

B. Thalasemia Minor (karier)

Banyak yang menganggap bahwa thalasemia minor sebagai penyakit anemia biasa karena dampak yang ditimbulkan tidak seberat thalasemia mayor dan mirip sekali dengan gejala anemia. Biasanya thalasemia minor terjadi pada orang yang menjadi carrier (pembawa sifat).

C. Thalasemia Intermedia

Thalasemia Intermedia merupakan level pertengahan antara thalasemia mayor dan minor. Thalasemia intermedia juga mengakibatkan dampak anemia yang cukup berat dibandingkan dengan thalasemia minor namun pada penderita thalassemia Intermedia ketergantungan transfusi darah tidak begitu besar dibandingkan dengan thalasemia mayor.

Mutasi talasemia dan resistensi terhadap malaria

Walaupun merupakan sebuah penyakit, penelitian menunjukkan bahwa pembawa sifat talasemia diuntungkan dengan memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap malaria.

Pencegahan dan pengobatan

Untuk mencegah terjadinya talasemia pada anak, pasangan yang akan menikah perlu menjalani tes darah, baik untuk melihat nilai hemoglobinnya maupun melihat profil sel darah merah dalam tubuhnya. Penderita talasemia memerlukan perawatan rutin, seperti melakukan tranfusi darah teratur untuk menjaga agar kadar Hb di dalam tubuhnya ± 12 gr/dL dan menjalani pemeriksaan ferritin serum untuk memantau kadar zat besi di dalam tubuh.

Penderita sebaiknya menghindari makanan yang diasinkan atau diasamkan dan produk fermentasi yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh. Dua cara yang dapat ditempuh untuk mengobati tasalemia adalah transplantasi sumsum tulang belakang dan teknologi sel punca (stem cell).

Sumber referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Talasemia diakses tanggal 18 agustus 2015
http://thalasemia.org/penyakit-keturunan-thalasemia/ diakses tanggal 18 agustus 2015
http://www.anggaputra.com/apa-itu-penyakit-thalasemia/ diakses tanggal 18 agustus 2015

Pengertian Penyakit Endometriosis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Endometriosis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Endometriosis (photo:abc.net.au)
Pengertian Penyakit Endometriosis, Gejala, Penyebab dan Pengobatan. Endometriosis adalah radang yang terkait dengan hormon estradiol/estrogen berupa pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah, hingga menonjol keluar dari rahim (pertumbuhan ectopic) dan menyebabkan pelvic pain. Endometriosis adalah penyakit  kelainan yang menyerang sistem reproduksi wanita. Penyakit ini muncul ketika jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim.

Penyakit Endometriosis ini terkamsud dalam golongan yang tidak mematikan.

Gejala

Gejala endometriosis yang paling sering terasa adalah sakit yang parah saat menstruasi. Selain itu, penderita juga bisa mengalami pendarahan yang berlebihan saat menstruasi dan rasa sakit saat buang air besar serta kecil. Gejala-gejala endometriosis umumnya terasa paling parah sebelum dan selama siklus menstruasi berlangsung. Namun dalam beberapa kasus kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.

Berikut gejala umumnya:
  1. Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
  2. Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
  3. Kemandulan
  4. Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
  5. Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
  6. Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa membentuk massa yang terisi darah (endometrioma). Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara tiba-tiba.


Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim belum diketahui secara pasti, tapi kadar hormon estrogen yang tinggi terbukti dapat memperparah kondisi ini. Karena itu, endometriosis umumnya menyerang wanita di usia produktif.

Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang memicu penebalan dinding rahim atau endometrium dan bersiap menerima sel telur yang sudah dibuahi. Jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk menstruasi.

Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jika Anda mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh yang sama dengan siklus menstruasi. Tetapi darah di luar rahim akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Endapan tersebut beserta dengan jaringan di sekitarnya akan mengalami iritasi. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk.

Faktor risiko

Beberapa faktor risiko selain estrogen yang diduga sebagai pemicunya, yaitu faktor keturunan, pengaruh infeksi panggul yang pernah diidap, serta keabnormalan pada rahim.

Pengobatan

Belum diketahui pasti penyebab dari penyakit ini, langkah penanganan endometriosis yang pasti juga belum ada. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala agar tidak mengganggu rutinitas sehari-hari.

Berikut pilihan pengobatan untuk endometriosis:
  1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
  2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
  3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan
  4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.
Sumber :
http://www.alodokter.com/endometriosis/ diakses tanggal 19 juni 2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Endometriosis diakses tanggal 19 juni 2015

Pengertian Penyakit Eksim, Tipe, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Eksim, Tipe, Gejala dan Pengobatan
eksim (photo:google)
Pengertian Penyakit Eksim, Tipe, Gejala dan Pengobatan. Eksim (eksema) atau biasa disebut juga dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Bagian tubuh yang terkena ekstim akan terasa sangat gatal. Istilah eksim diambil dari Bahasa Yunani yang berarti 'mendidih atau mengalir keluar'.

Tipe

Berikut 4 tipe eksim:

1. Dermatitis atopic

Jenis ini yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit turunan. Dermatitis atopik umumnya dimulai ketika bayi dan masih anak-anak dengan gejala berupa gatal, radang kulit, dan pada sebagian penderita sering timbul asma dan demam hay (hay fever).

2. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak alergik disebabkan oleh reaksi kekebalan tertunda (delayed immune system) akibat kontak kulit dengan senyawa alergenik sehingga menyebabkan radang kulit dalam 48 jam setelah paparan terjadi. Biasanya penderita akan terkena eksim ini jika kontak langsung dengan jelatang, parfum, pengawet kosmetik, metal, dan pewarna. Selain itu juga bisa karena terkena sabun keras, detergen, dan produk pembersih lainnya.



3. Eksim nummular

Beberapa plak eksim yang biasanya berhubungan dengan kulit kering dan terjadi pada bagian luar dari kaki, tangan, dan lengan.

4. Eksim stasis

Jenis eksim kronis pada daerah bawah kaki bagian dalam yang berkaitan dengan varises.

Gejala

Gejala utama dari timbulnya eksim ringan adalah daerah kulit terasa halus, sedikit memerah kering, bersisik, dapat terasa gatal ataupun tidak. Eksim biasanya terjadi pada daerah sekitar kaki atau lengan. Gejala pada penderita eksim akut akan mengalami gatal yang intens, biasanya terjadi di bagian depan siku, belakang lutut, dan wajah. Namun bisa juga berpengaruh pada daerah kulit lainnya. Kulit menjadi lebih sensitif terhadap kain gatal seperti wol dan musim dingin, eksim akan menjadi makin parah karena udara di dalam ruangan sangat kering.

Faktor yang Mempengaruhi

Eksim akan semakin buruk jika terkena bahan-bahan tertentu, seperti pasir, debu, deterjen, sabun, busa sabun, parfum dan stres. Selain itu gangguan emosi, klorin, serta penggarukan dan penggosokan juga dapat memperburuk keadaan. Suhu lingkungan yang ekstrem, seperti cuaca dingin dengan kelembaban yang rendah dan udara kering, juga memperburuk penyakit ini.

Sebaiknya juga menghindari makanan tertentu, karena pada beberapa kasus, eksim juga dipengaruhi oleh makanan seperti seperti susu sapi, ikan, telur, jeruk, kacang, dan gandum.

Tips Mengatasi & Mencegah Eksim

  1. Ketika gejala penyakit Eksim muncul seperti terasa gatal atau muncul warna merah. Coba ingat apa yang telah anda konsumsi atau sentuh. Sehingga kedepannya akan membuat anda lebih berhati-hati dalam mengonsumsi atau menyentuh benda-benda tertentu.
  2. Dokter akan memberikan antihistamin yang dapat mengurangi rasa gatal.
  3. Eksim yang terjadi pada bayi dapat diatasi dengan krim anti inflamasi, namun tentunya dengan resep dokter, krim tersebut berguna untuk menghilangkan kemerahan dan pembengkakan pada kulit.

Pengobatan

Eksim ringan

Biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, tetapi hidrasi kulit harus dijaga supaya tidak terlalu kering. Di antaranya dengan menggunakan krim hidrokortison pada area kulit yang terinfeksi beberapa kali dalam sehari.

Eksim akut

Pengobatan dapat menggunakan krim steroid atau obat antihistamin untuk mencegah atau mengontrol rasa gatal. Beberapa pengobatan lain untuk mengatasi eksim meliputi kompres dingin, antibiotik, kortikosteroid, dan fototerapi.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Eksim diakses tanggal 12 juni 2015

Pengertian Penyakit Epilepsi (penyakit ayan) Gejala, Penyebab dan Pertolongan Pertama

Pengertian Penyakit Epilepsi (penyakit ayan) Gejala, Penyebab dan Pertolongan Pertama
ilustrasi kejang kejang (photo:google image)
Pengertian penyakit epilepsi (penyakit ayan) Gejala, penyebab dan Pertolongan pertama. Epilepsi atau Penyakit Ayan adalah sekelompok gangguan neurologis jangka panjang yang cirinya ditandai dengan serangan-serangan epileptik. Serangan epileptik ini episodenya bisa bermacam-macam mulai dari serangan singkat dan hampir tak terdeteksi hingga guncangan kuat untuk periode yang lama. Dalam epilepsi, serangan cenderung berulang, dan tidak ada penyebab yang mendasari secara langsung sementara serangan yang disebabkan oleh penyebab khusus tidak dianggap mewakili epilepsi.

Gejala

Epilepsi merupakan kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik di dalam otak yang menyebabkan timbulnya kejang berulang. Pada umumnya, epilepsi ditandai oleh hal-hal sebagai berikut:
  1. Terjadi kejang atau bangkitan berulang, 2 bangkitan atau lebih dan lebih dari 1 episode (kejadian)
  2. Kejang terjadi tanpa faktor provokasi atau penyakit otak akut
  3. Kejang sering terjadi mendadak tanpa dapat diperkirakan sebelumnya
  4. Manifestasi kejang epilepsi berupa pandangan kosong, kaku otot, pergerakan tidak terkontrol, penurunan kesadaran, perasaan ganjil atau kejang seluruh badan.


Serangan

Jenis serangan epilepsi yang paling umum (60%) adalah konvulsi (kejang). Dari serangan-serangan ini, dua per tiga mulai dengan serangan kejang fokal yang kemudian bisa menjadi umum sementara sepertiganya mulai dengan serangan kejang umum. Sisa 40% jenis serangan lainnya adalah non konvulsi.

Ada enam jenis utama serangan epilepsi umum: tonik-klonik, tonik, klonik, myoklonik, absans, dan serangan atonik. Semuanya melibatkan hilangnya kesadaran dan biasanya terjadi tanpa peringatan.

Penyebab

Epilepsi atau Ayan bukanlah penyakit tunggal, namun merupakan suatu gejala yang dapat dihasilkan oleh sejumlah gangguan berbeda. Menurut definisinya, serangan epilepsi terjadi secara spontan dan tanpa ada sebab langsung seperti pada penyakit akut. Penyebab yang mendasari epilepsi dapat diidentifikasikan sebagai masalah genetik, struktural, atau metabolisme, namun 60% kasus epilepsi tidak diketahui sebabnya.

Genetik, cacat bawaan lahir, dan gangguan perkembangan lebih umum dialami mereka yang lebih muda, sedangkan tumor otak dan stroke lebih mungkin pada orang yang lebih tua. Serangan juga dapat terjadi sebagai akibat masalah kesehatan lain jika serangan terjadi tepat setelah adanya sebab tertentu, seperti stroke, cedera kepala, konsumsi bahan toksik, atau masalah metabolisme, serangan ini disebut kejang simtomatik akut, dan termasuk kejang-kejang dalam klasifikasi yang lebih luas gangguan terkait-kejang bukan epilepsi. Banyak di antara sebab-sebab kejang simtomatik akut yang juga dapat mengarah pada kejang yang disebutkan belakangan, yaitu epilepsi sekunder.

Faktor Pemicu kejang

Berikut beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kejang, antara lain:

  1. Kelalaian meminum obat
  2. Kurang tidur
  3. Makan tidak tepat waktu
  4. Stres, kegembiraan dan kesedihan berlebih
  5. Siklus menstruasi atau perubahan kondisi hormonal
  6. Sakit atau demam
  7. Mengonsumsi obat di luar obat untuk epilepsinya
  8. Mengonsumsi alkohol dan narkoba

Pertolongan Pertama Pada Kejang

Memposisikan penderita dengan kejang tonik klonik aktif pada posisi bertumpu pada sisi badan dan pada posisi pulih akan membantu mencegah cairan masuk ke paru-paru. Meletakkan jari, kotak gigitan atau penekan lidah di mulut tidak disarankan karena dapat menyebabkan penderita muntah atau menyebabkan penolong tergigit. Usaha-usaha yang ada harus dilakukan agar penderita tidak mencederai diri sendiri. Tindakan pencegahan cedera tulang belakang biasanya tidak diperlukan.

Bila kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau terjadi dua atau lebih kejang dalam satu jam tanpa proses pemulihan ke keadaan normal di antaranya maka keadaan ini dianggap sebagai darurat medis yang dikenal sebagai status epileptikus. Kondisi ini memerlukan pertolongan medis agar jalan napas tetap terbuka dan terlindung jalan napas nasofaringeal akan sangat membantu pada keadaan ini.
Untuk di rumah, pengobatan awal yang diberikan pada kejang dengan durasi yang lama adalah midazolam yang diletakkan di mulut. Diazepam dapat juga diberikan dalam bentuk sediaan secara rektal. Di rumah sakit, pemberian lorazepam secara intravena lebih disukai. Bila dua dosis benzodiazepine tidak efektif, penggunaan obat lain yang dianjurkan adalah fenitoin. Status epileptiku konvulsif yang tidak memberikan respon terhadap penanganan awal biasanya memerlukan perawatan di unit gawat darurat dan perawatan dengan senyawa yang lebih kuat seperti tiopenton atau propofol.

Jangan takut dan panik ketika melihat seseorang mengalami kejang, utamakan keselamatan dan bertindak tenang berikut hal-hal yang dapat anda lakukan :

  1. Pindahkan barang-barang berbahaya yang ada di dekat pasien. Jangan pindahkan pasien kecuali berada dalam bahaya. Longgarkan kerah kemeja atau ikat pinggang agar memudahkan pernafasan.
  2. Jangan masukkan apapun ke mulut pasien, atau benda keras di antara gigi karena benda tersebut dapat melukai pasien.
  3. Bila pasien muntah atau mengeluarkan banyak liur, miringkan kepala pasien ke salah satu sisi.
  4. Observasi kondisi kejang. Perhatikan keadaan kesadaran, warna wajah, posisi mata, pergerakan keempat anggota gerak, dan suhu tubuh, waktu saat kejang mulai dan berakhir, serta lamanya kejang.
  5. Tetap di samping pasien sampai keadaan pasien pulih sepenuhnya. Bila setelah kejang berakhir tidak ada keluhan atau kelemahan, maka pasien dapat dikatakan telah pulih. Namun bila pasien mengalami sakit kepala, terlihat kosong atau mengantuk, biarkan pasien melanjutkan istirahatnya. Jangan mencoba memberi stimulasi pada pasien jika keadaan pasien belum sepenuhnya sadar. Biarkan pasien kembali pulih dengan tenang.
  6. Obat supositoria (0bat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan melalui lubang/ celah pada tubuh, umumnya melalui rectum/ anus) dapat diberikan untuk menghentikan kejang.

Diagnosa Epilepsi

Diagnosa epilepsi ditegakkan berdasarkan pemeriksaan menyeluruh dari anamnesa/ riwayat medis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang diagnostik. Pada sebagian besar kasus, anamnesa dilakukan terhadap orang di sekitar pasien (keluarga, teman kerja, dll), karena pasien epilepsi sering tidak dapat mengingat kejang yang mereka alami.

Untuk pemeriksaan penunjang, dokter akan menggunakan Electroencephalogram (EEG), pemeriksaan radiologi berupa Computed Tomography (CT Scan) atau Magnetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan jenis dan dosis obat yang nantinya akan diberikan kepada pasien.

sumber referensi:
http://www.ekahospital.com/epilepsy-the-first-aid-and-the-right-treatment diakses tanggal 11 juni 2015
http://id.wikipedia.org/wiki/Epilepsi diakses tanggal 11 juni 2015

Pengertian Penyakit Fatty Liver, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Fatty Liver, Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Hati yang terkena Fatty liver (photo:bidmc.org)
Pengertian Penyakit Fatty Liver, Gejala, Penyebab dan Pengobatan. Fatty liver adalah penyakit yang menyerang hati dengan adanya penimbunan lemak yang berlebihan di sel-sel hati. Normalnya hati memang mengandung lemak, namun jika kadar lemak dalam hati berlebih maka sebagian sel-sel hati akan diganti dengan sel lemak. Biasa kondisi ini terjadi jika lemak sudah lebih dari 10% dari berat hati. Warna hati akan menjadi kuning mengkilat karena lemak dan membesar, kondisi inilah yang disebut dengan fatty liver (perlemakan hati).

Klasifikasi

Berdasarkan berat ringannya, fatty liver dapat di bagi menjadi:

1. Steatosis (hanya perlemakan hati), keadaan ini masih ringan
2. Steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan peradangan sel hati)

Steatohepatitis terbagi lagi dalam dua jenis yaitu:

1. ASH (Alcoholic Steatohepatitis) terjadi akibat konsumsi Alcohol yang berlebihan. Fatty liver jenis ini dapat terjadi dengan meminum kurang lebih 300 ml Alcohol perminggu.

2. NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis)



NASH 80% disebabkan karena obesitas (kegemukan) Fatty liver jenis steatohepatitis lco menyebabkan kematian sel hati dan akhirnya akan membentuk jaringan parut pada hati (fibrosis). Proses peradangan hati dapat terus berlanjut sampai 10-20 tahun, kemudian hati menjadi keras dan mengecil (sirosis). Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan hati yang permanen bahkan dapat menyebabkan kanker hati.

Gejala

Gejala fatty liver jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak yang terjadi secara perlahan. Namun bila kondisi ini terjadi terus menerus dan berlanjut dapat menyebabkan gejala sebagai berikut:

  1. Perut terasa penuh
  2. Terkadang daerah ulu hati terasa keras
  3. Tidak nyaman atau nyeri tumpul pada daerah perut kanan atas
  4. Lesu, mudah lelah dan lemas
  5. Kadang kembung, mual dan muntah
  6. Pada keadaan yang berat berat badan dapat menurun
  7. Penyebab Fatty Liver

Berikut beberapa faktor penyebab fatty liver :

  1. Kegemukan terutama di daerah perut
  2. Kencing manis (diabetes)
  3. Asupan lemak dan karbohidrat yang berlebihan
  4. Kebiasaan minum alcohol yang berlebihan
  5. Bahan kimia dan obat-obatan misalnya kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
  6. Gangguan maupun perubahan hormonal seperti kehamilan
  7. Kurang gizi dan diet rendah protein
  8. Keracunan vitamin A
  9. Operasi bypass pada usus kecil
  10. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
  11. Kelainan bawaan pada alcohol glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
  12. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
  13. Kekurangan kolesterol esterase
  14. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
  15. Abetalipoproteinemia
  16. Sindroma Reye.

Pengobatan

Pengobatan fatty liver adalah dengan menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya, antara lain dengan:

  1. Jika karena faktor obesitas maka perlu dilakukan penurunan berat badan sekitar setengah kilogram perminggu.
  2. Jika disebabkan karena alkohol maka harus berhenti minum minuman beralkohol
  3. Diet sehat dan seimbang
  4. Menghindari obat-obatan yang tidak perlu
  5. Jika sirosis semakin parah mungkin perlu dilakukan tranplantasi hati dengan membuang bagian yang rusak dan diganti dengan sel yang sehat
  6. Uji klinis juga melihat efektivitas antioksidan tertentu dan obat diabetes baru dalam mengobati penyakit hati berlemak (karena penyakit stres oksidatif dan diabetes). Ini termasuk Vitamin E, Selenium, Betaine, Metformin, Rosiglitazone, Pioglitazone.

Makanan yang perlu dihindari

1. Sumber lemak : seperti makanan yang digoreng dan semua daging yang banyak mengandung lemak, seperti daging babi, daging kambing, sumsum tulang, jeroan, kuning telor, santan kental dan alpokat.

2. Bahan makanan yang mengandung gas seperti ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi, lobak, caisin, nangka, durian

sumber referensi:
https://www.facebook.com/InstalasiGiziRsBhayangkaraPoldaBengkulu/posts/173070099522071 diakses tanggal 10 juni 2015
http://tipskesehatanlengkap.com/tentang-perlemakan-hati-fatty-liver diakses tanggal 10 juni 2015