Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan

Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Ilustrasi faringitis (photo:wikipedia)
Pengertian Penyakti Radang Tenggorokan (Faringitis), gejala, penyebab dan pengobatan. Faringitis dalam bahasa Latin disebut juga dengan pharyngitis dan biasa disebut juga dengan radang tenggorok. Faringitis adalah penyakit peradangan yang terjadi pada tenggorok atau hulu kerongkongan (pharynx).

Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah virus atau bakteri. Daya tahan tubuh yang lemah biasanya dapat dengan mudah terkena penyakit ini.

Virus penyebab

Penyebab paling umum adalah virus, termasuk virus penyebab common cold, flu, adenovirus, mononucleosis atau HIV.

Bakteri penyebab

Sebagian kasus juga disebabkan oleh bakteri. Yaitu bakteri streptokokus grup A, korinebakterium, arkanobakterium, Neisseria gonorrhoeae atau Chlamydia pneumoniae.


Gejala

Gejala umum radang tenggorokan adalah nyeri pada tenggorokan dan saat menelan. Selaput lendir yang melapisi faring mengalami peradangan berat atau ringan dan tertutup oleh selaput yang berwarna keputihan atau mengeluarkan nanah. Gejala radang tenggorokan seringkali merupakan pratanda penyakit flu atau pilek.

Gejala-gejala lain yang biasa terjadi adalah:
  1. Pembesaran kelenjar getah bening di leher
  2. Peningkatan jumlah sel darah putih
  3. Demam

Gejala diatas bisa disebabkan karena virus ataupun bakteri, tetapi lebih merupakan gejala khas untuk infeksi yang terjadi karena bakteri. Selain itu terlihat ada lapisan seperti krim di amandel. Kelenjar getah bening di leher sering bengkak dan nyeri bila ditekan. Berbeda dengan faringitis virus, penderita faringitis streptokokus tidak mengalami rhinitis, suara serak atau batuk-batuk.

Komplikasi

Sebaiknya jangan biarkan penyakit ini sampai berat atau parah, karena dapat berefek pada organ tubuh lainnya seperti radang ginjal, demam rematik akut, radang telinga bagian tengah, sinusitis, dan radang sekitar amandel yang bisa menimbulkan nanah.

Pengobatan

Jika penyebabnya adalah bakteri pengobatan yang efektif adalah dengan menggunakan antibiotika. Namun pola makan sehat dengan buah, disertai dengan vitamin bisa menolong. jika penyebabnya streptokokus, diberikan tablet penicillin. Jika penderita memiliki alergi terhadap penicillin bisa diganti dengan erythromycin atau antibiotik lainnya. Berikan pula parasetamol atau aspirin untuk menghilangkan rasa sakit, dan menurunkan panas. Selain itu sebaiknya makan makanan yang lunak. Sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis untuk mendapatkan obat yang tepat.

Jenir Radang Tenggorokan

Faringitis terbagi menjadi dua jenis yaitu akut dan kronis:

1. Faringitis akut
Radang tenggorok yang masih baru, dengan gejala nyeri tenggorok dan kadang disertai demam dan batuk.

2. Faringitis kronis
Radang tenggorok yang sudah berlangsung dalam waktu yang lama, biasanya tidak disertai nyeri menelan, cuma terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Faringitis diakses tanggal 30 April 2015
http://www.spesialis.info/?faringitis-(radang-tenggorokan),1144 diakses tanggal 30 April 2015

http://doktersehat.com/janis-gejala-dan-pengobatan-faringitis/#ixzz3YoFPR32q diakses tanggal 30 April 2015

Pengertian Penyakit HIV-AIDS, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Pengertian Penyakit HIV-AIDS, Gejala, Penyebab dan Pencegahan
aids | photo:aidwest.ie
Pengertian Penyakit HIV-AIDS, Gejala, Penyebab, Penanganan dan Pencegahan. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya penyebab AIDS adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menyerang dan memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Sehingga penderita akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. HIV belum ditemukan obat atau vaksin untuk menanganinya. Hanya dapat dilakukan penanganan untuk memperlambat perkembangan virus ini.

Sejarah

AIDS pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles. Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara.
Jenis

Dua jenis spesies HIV yang menginfeksi manusia adalah :

1. HIV-1

HIV-1 lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari mayoritas infeksi HIV di dunia.

2. HIV-2

HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Asal HIV-1 berasal dari simpanse Pan troglodytes troglodytes yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea Bissau, Gabon, dan Kamerun

Banyak ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan primata lainnya, contohnya selama berburu atau pemotongan daging. Teori yang lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS, menyatakan bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Namun, komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang ada.

Cara penularan

Cara penularan virus HIV dapat melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Virus ini tidak dapat ditularkan melalui kegiatan sehari-hari seperti pemakaian handuk, alat makan bersama dll.

1. Penularan seksual

Penularan (transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau membran mukosa mulut pasangannya. 

2. Kontaminasi patogen melalui darah

Jalur penularan ini terutama berhubungan dengan pengguna obat suntik, penderita hemofilia, dan resipien transfusi darah dan produk darah.

3. Penularan masa perinatal

Transmisi HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan

Gejala dan komplikasi

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien. HIV memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Komplikasi yang sering terjadi pada penderita HIV

Penyakit paru-paru utama

Pneumonia pneumocystis (PCP) jarang dijumpai pada orang sehat yang memiliki kekebalan tubuh yang baik, tetapi umumnya dijumpai pada orang yang terinfeksi HIV.

Penyakit saluran pencernaan utama

Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka.

Penyakit syaraf dan kejiwaan utama

Infeksi HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae), yang disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan, atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri.

Kanker dan tumor ganas (malignan)

Pasien dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya beberapa kanker. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab mutasi genetik; yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV), virus herpes Sarkoma Kaposi (KSHV), dan virus papiloma manusia (HPV).

Infeksi oportunistik lainnya

Pasien AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik, terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Infeksi oportunistik ini termasuk infeksiMycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo.

Penyebab

Penyebab utama dari HIV-AIDS adalah virus HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+ secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter (µL) darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

Pencegahan

Untuk mencegah penularan virus HIV sebaiknya untuk mengetahui dan menghindari tiga jalur utama (rute) masuknya virus HIV ke dalam tubuh. Tiga jalur tersebut adalah melalui hubungan seksual, persentuhan (paparan) dengan cairan atau jaringan tubuh yang terinfeksi, serta dari ibu ke janin atau bayi selama periode sekitar kelahiran (periode perinatal). Walaupun HIV dapat ditemukan pada air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, namun tidak terdapat catatan kasus infeksi dikarenakan cairan-cairan tersebut, dengan demikian risiko infeksinya secara umum dapat diabaikan.
Untuk pencegahan infeksi dari ibu ke anak, penelitian menunjukkan bahwa obat antiretrovirus, bedah caesar, dan pemberian makanan formula mengurangi peluang penularan HIV dari ibu ke anak. Jika pemberian makanan pengganti dapat diterima, dapat dikerjakan dengan mudah, terjangkau, berkelanjutan, dan aman, ibu yang terinfeksi HIV disarankan tidak menyusui anak mereka.

Penanganan

Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP). PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah.

Terapi antivirus

Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral therapy, disingkat HAART). Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya HAART yang menggunakan protease inhibitor.

Penanganan eksperimental dan saran

Telah terdapat pendapat bahwa hanya vaksin lah yang sesuai untuk menahan epidemik global (pandemik) karena biaya vaksin lebih murah dari biaya pengobatan lainnya, sehingga negara-negara berkembang mampu mengadakannya dan pasien tidak membutuhkan perawatan harian. Namun setelah lebih dari 20 tahun penelitian, HIV-1 tetap merupakan target yang sulit bagi vaksin.

Pengobatan alternatif

Telah berbagai pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit salah satunya adalah akupuntur. Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri namun tidak menyembuhkan infeksi HIV. Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian penyakit HIV-AIDS beserta, gejala, penularan, pencegahan dan penangannya. Untuk lebih jelasnya anda dapat mengunjungi wikipedia. semoga bermanfaat.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS diakses tanggal 1 desember 2014

5 Fakta Penyakit AIDS yang Perlu Diketahui

5 Fakta Penyakit AIDS Diketahui
AIDS | photo:le-blog-sam-la-touch.over-blog
5 fakta penyakit HIV AIDS yang perlu anda ketahui. HIV adalah jenis virus yang mengincar sel-sel sistem kekebalan tubuh yang dapat merusak system kekebalan tubuh penderita. Hal ini membuat penderita semakin lemah dan rentan terhadap infeksi hingga akhirnya infeksi HIV berkembang menjadi immunodeficiency syndrome (AIDS).

Telah diketahui bahwa penyakit HIV AIDS belum ditemukan obatnya, sehingga perlu untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit ini. Seperti yang dilansir oleh Detik Health berikut fakta-fakta dari HIV :

1. HIV menyerang dalam waktu yang lama

Banyak penderita yang tidak menyadari ketika mereka serang virus HIV karena butuh waktu lama untuk melihat gejala-gejala yang muncul. Gejala demam, sakit kepala, dan sakit tenggorokkan dapat muncul pada minggu-minggu awal dan rawan diduga sebagai penyakit lain seperti influenza. 

Virus HIV secara perlahan merusak system kekebalan tubuh dan perlu waktu 2 sampai 15 tahun sampai imunitas tubuh penderita benar-benar rusak dan infeksi berkembang menjadi AIDS. Setelah itu tahap tingkat lanjut dari infeksi HIV adalah membuka kemungkinan terhadap lebih dari 20 infeksi lainnya dan memperbesar munculnya kanker.

Penyakit lain yang menyerang penderita HIV harus diberikan penangan, karena tanpa imunitas tubuh, tiap penyakit yang menyerang sebagian besar dapat berakibat fatal.

Baca juga : Pengertian penyakit HIV-AIDS mulai dari gejala hingga penanganan

2. Menular lewat kontak intim

Virus HIV  menular dengan cara pertukaran berbagai cairan tubuh dari orang yang terinfeksi seperti darah, air susu ibu, air mani, dan cairan vagina. Namun HIV tidak dapat tertular melalui hubungan sehari-hari seperti berciuman, berpelukan, berbagi barang pribadi, berbagi makanan, dan berbagi minuman.

Untuk mencegahnya sebaiknya menggunakan pengaman saat bercinta dan penggunaan jarum suntik yang steril.

3. Sub-Sahara Afrika penderita terbanyak

Sub-Sahara Afrika merupakan daerah yang paling banyak penderita HIV dengan jumlah pengidap mencapai sekitar 24,7 jiwa. Daerah sub-Sahara Afrika juga dilaporkan menyumbang sampai 70 persen angka kasus HIV baru di seluruh dunia pada tahun 2013.

4. Penyakit dengan korban terbanyak

HIV masih diperingkat pertama sebagai penyakit yang paling banyak memakan korban, menurut WHO. Jumlah korban penyakit ini lebih banyak jika dibandingkan dengan virus lain seperti Ebola yang baru-baru ini menggemparkan dunia.

5. Sunat dapat cegah HIV

Penelitian yang dilakukan oleh WHO bahwa sunat dapat menurunkan risiko infeksi HIV sampai 60 persen. Hal ini karena kulit luar penis (foreskin) memiliki banyak sel yang menjadi target HIV, sehingga membuangya dapat mencegah penularan.

Itulah 5 Fakta Penyakit HIV AIDS yang perlu anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Bukti Virus MERS Ditularkan Unta Ke Manusia

Bukti Virus MERS Ditularkan Unta Ke Manusia
Bukti bahwa unta menularkan virus MERS ke manusia. Para peneliti berhasil membuktikan bahwa virus MERS ditularkan oleh unta ke manusia. Awalnya para peneliti tersebut hanya berpendapat bahwa unta penyebab infeksi pernapasan akut ini, namun akhirnya mereka dapat membuktikan pendapatnya tersebut.

Bukti ini mereka peroleh setelah melakukan penelitian dengan mengotopsi jenazah seorang pria asal Arab Saudi yang meninggal akibat MERS. Dan ternyata pria yang dirawat di King Abdulaziz University Hospital, Jeddah ini ternyata mempunyai sembilan ekor unta peliharaan yang sempat jatuh sakit beberapa saat sebelum majikannya tersebut terinfeksi virus MERS. Dan dari catatan medis diketahui bahwa pria tersebut sempat memberikan obat tetes hidung pada unta peliharaannya itu untuk mencoba mengobatinya.


Seperti dilansir oleh BBC setelah si pasien meninggal, barulah peneliti mencoba menganalisis sampel virus MERS yang diambil dari tubuh ke-9 unta tersebut dan kemudian juga mengambil sampel dari pemiliknya. Hasil sampel tersebutlah yang membuat peneliti melaporkan bahwa ada rangkaian genome dari kedua sampel dinyatakan identik atau sama.

Sehingga dipastikan bahwa virus MERS yang menyebabkan infeksi pernapasan akut ini dapat menular lewat kontak langsung antara manusia dengan unta yang terinfeksi. Namun belum diketahui penularannya melalui pernapasan atau tidak. Karena sebelumnya si pasien sempat memberikan obat berupa tetes hidung ke unta. Dugaan lain mengindikasikan bahwa  ada juga dugaan virus di susu unta.

Pengertian Flu Burung, Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan

Pengertian Flu Burung, Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan
Pengertian Flu burung, cara penularan, gejala, perawatan dan pencegahannya. Penyakit flu burung yang dalam bahasa inggrisnya disebut avian influenza sempat menjadi salah satu penyakit akibat virus yang sangat mematikan. Flu burung atau H5N1 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia namun akhirnya menular ke manusia.

Pada tanggal 8 Februari 2006, OIE mengumumkan bahwa Nigeria sebagai negara pertama yang memiliki kasus positif flu burung di benua itu. Dua pekan kemudian, virus H5N1 ditemukan di sebuah desa kecil di Niger, sekitar 72 km dari perbatasannya dengan Nigeria. Virus ini juga menyebar ke Mesir dan Kamerun dan akhirnya menyebar ke beberapa negara-negara lain.

Penularan

Cara penularan virus flu burung dapat melalui kontak langsung dengan burung liar dan unggas ternak yang terjangkit H5N1. Pada kasus yang terjadi di Asia Tenggara kebanyakan penularannya terjadi melalui jalur transportasi atau peternakan unggas dan burung-burung liar yang melakukan migrasi.

Selain itu penularan juga dapat melalui makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dimasak dengan matang akan terhindar dari virus ini. Ini karena virus H5N1 akan mati dalam suhu yang tinggi. Namun pada suhu rendah virus ini dapat bertahan. Makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus H5N1.



Gejala

Gejala-gajala umum ketika terinfeksi adalah demam tinggi, keluhan pernapasan dan sakit perut.  Gejala lengkapnya dapat berupa :
  1. Demam sekitar 39 derajat Celsius
  2. Batuk
  3. Lemas
  4. Sakit tenggorokan
  5. Sakit kepala
  6. Tidak nafsu makan
  7. Muntah
  8. Nyeri perut
  9. Nyeri sendi
  10. Diare
  11. Infeksi selaput mata (conjunctivitis)

Gejala tingkat lanjut dapat menyebabkan severe respiratory distress atau sesak napas hebat. Hal ini karena infeksi flu burung menyebar ke paru-paru dan menyebabkan radang paru-paru.

Gejala di Hongkong tahun 1997 berupa : demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, muntah, dan keluhan pusing.

Sedangkan di  Vietnam di tahun 2004 mempunyai gejala yang berbeda. Pasien yang terjangkit virus H5N1 tidak mengeluh sakit tenggorokan atau pilek namun mereka malah menderita diare dengan tinja yang cair.

Perawatan

Obat-obatan yang diberikan pada pasien berupa obat penurun panas dan antivirus. Obat antivirus yang diberikan pada pasien adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Namun yang perlu diperhatikan adalah setiap antivirus tersebut mempunyai efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu dan dengan anjuran dokter.

Selain itu obat yang diberikan biasa sesuai dengan gejalanya bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenid bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Namun jika keadaan pasien terus memburuk, tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya.

Pencegahan

Pasien yang tertular virus tidak selamanya akan menimbulkan sakit. Namun, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan dan dicegah penyebarannya

Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga
Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat C atau 80 derajat C selama sedikitnya satu menit
Gunakan pola hidup sehat untuk membantu ketahanan tubuh, seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan olah raga teratur.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_burung diakses tanggal 22 agustus 2014
http://indonesiaindonesia.com/f/13820-flu-burung-gejala-penularan-and-pencegahannya/ diakses tanggal 22 agustus 2014

5 Jenis Virus Yang Berbahaya Selain Ebola

5 Jenis Virus Yang Berbahaya Selain Ebola
5 jenis virus yang berbahaya selain Ebola yang perlu anda ketahui. Baru-baru ini kita dihebohkan dengan keganasan virus Ebola. Sehingga virus tersebut merupakan virus yang paling ditakuti. Virus ini sudah banyak memakan banyak korban kurang lebih seribu orang yang berada di Afrika Barat tempat munculnya virus ini. Namun kita jangan hanya terpacu pada virus Ebola saja, masih banyak virus lain yang juga harus diwaspadai.

Seperti yang dilansir merdeka.com inilah beberapa virus yang juga berbahaya selain virus Ebola.

1. Virus rabies

Ini merupakan virus yang banyak memakan korban di Amerika Serikat, Afrika dan Asia. Di Amerika sekitar 2.000 korban meninggal akibat virus ini setiap tahun. Sedangkan di Asia dan Afrika sekitar 55.000 orang. Penularannya melalui air liur hewan yang terinfeksi seperti anjing dan kelelawar. Beberapa kasus banyak yang terlambat diberikan vaksin pencegah rabies karena mereka tidak sadar terjangkit virus tersebut, apalagi bagi mereka yang terkena gigitan kelelawar.

2. HIV AIDS




Sampai sekarang belum ditemukan vaksin yang ampuh untuk menyembuhkan penderita HIV AIDS. Sehingga ini adalah salah satu virus yang juga sangat ditakuti. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkannya dari waktu ke waktu. Sehingga penderita akan kesulitan dalam melawan infeksi dari penyakit lain.

3. Influenza

Anda mungkin belum mengetahui bahwa virus yang terdengar sangat remeh ini ternyata telah membunuh banyak orang setiap tahunnya. Apa lagi ditambah dengan penularan virus ini yang sangat cepat. Badan penanggulangan kesehatan di Amerika Serikat (CDC), mengatakan bahwa setiap musimnya virus flu bisa membunuh sekitar 3.000 hingga 49.000 orang. Hal ini terjadi ketika terutama ada beberapa jenis pandemi virus tertentu seperti flu babi dan flu burung.

4. Virus akibat gigitan nyamuk

Demam berdarah, malaria dan chikungnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus akibat gigitan nyamuk. Dan dari ketiga penyakit tersebut, demam berdaralah merupakan penyakit yang mematikan. Menurut WHO, setidaknya 40% dari populasi dunia berada pada risiko yang tinggi untuk terkena penyakit akibat virus nyamuk. Jadi waspadalah terhadap gigitan nyamuk.

5. Rotavirus

Mungkin anda belum mengetahui apa itu rotavirus. Rotavirus mampu menyebabkan virus gastroenteritis.  Gastroenteritis adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Pada umumnya penyakit ini akan menyerang lambung dan usus sehingga menyebabkan diare, muntah, dan kejang pada perut. Sebagian besar mereka yang terkena virus ini adalah anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun dan sekitar 82% kematian karena virus ini terjadi di negara berkembang.

Tidak semua orang berisiko terjangkit virus ini, namun anak-anak yang menjadi objek utama. Tetapi jangan khawatir karena di tahun 2006 telah dikembangkan vaksin baru untuk mengobati penyakit ini dan bisa direkomendasikan kepada anak usia 2 bulan.

Itulah jenis-jenis virus yang juga berbahaya selain Ebola. Kita harus selalu waspada, karena kita tidak tahu kapan virus tersebut akan menyerang kita. Selain itu kita juga harus menerapkan polah hidup sehat.

Semoga bermanfaat.

Kecil Kemungkinan Penularan Ebola Melalui Hewan

Kecil Kemungkinan Penularan Ebola Melalui Hewan

Kecil Kemungkinan Penularan Ebola Melalui Hewan. Virus Ebola merupakan penyakit yang sangat ditakuti penyebarannya. Kekhawatiran ini terjadi diseluruh dunia khususnya Negara afrika barat yang merupakan awal mula kemunculan virus ini. Apakah virus ebola dapat ditularkan dari hewan ke manusia? Kasus ini masih sementara diteliti.

Sejauh ini menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dr Slamet, MHP mengatakan bahwa memang ada beberapa kasus virus Ebola ditemukan diluar manusia. Namun menurutnya penularan virus Ebola masih secara langsung dari manusia ke manusia seperti yang dilansir okezone.


Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa tidak ada transportasi hewan dari daerah yang terjangkit Ebola ke Indonesia. Sehingga kemungkinan penyebaran virus Ebola ke Indonesia sangat sulit terjadi. 

Pengertian Penyakit Ebola, Penyebab, Gejala dan Perawatan

virus ebola
virus Ebola photo : wikipedia
Pengertian Penyakit Ebola, Penyebab, Gejala dan Perawatan. Ebola adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae. Tingkat kematian berkisar antara 80% sampai 100%. Asal kata penyakit ini adalah dari sungai Ebola di Kongo. Awalnya Istilah penyakit tersebut sebelumnya adalah demam berdarah ebola (Ebola haemorrhagic fever), kemudian berubah menjadi penyakit virus ebola (Ebola Virus Disease/EVD), sesuai dengan ICD-10.

Penularan penyakit ini dapat melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau kulit penderita. Masa inkubasinya dari 2 sampai 21 hari, umumnya antara 5 sampai 10 hari. Saat ini telah dikembangkan vaksin untuk Ebola yang 90% efektif dalam monyet, namun vaksin untuk manusia belum ditemukan.

Penyakit Ebola merupakan penyakit yang paling mematikan diseluruh dunia. Karena bila terinfeksi maka kesempatan untuk hidup 0%. Sampai sekarang masih dicari vaksinnya. Penderita biasanya bisa langsung meninggal dalam waktu 6 hari sampai 20 hari. Karena keganasan penyakit ini, Ebola adalah penyakit yang paling dihindari untuk terjangkit diseluruh dunia.

Sejarah Munculnya Ebola

Virus Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 di Zaire dan Sudan. Kasus Ebola di Zaire memiliki salah satu tingkat fatalitas kasus tertinggi dari virus patogen manusia, sekitar 90%, dengan tingkat fatalitas kasus 88% pada tahun 1976, 59% pada tahun 1994, 81% pada tahun 1995, 73% pada tahun 1996, 80% pada 2001-2002, dan 90% pada tahun 2003. Di Sudan memiliki tingkat fatalitas kasus sekitar 50%.

Baca Juga : Kecil Kemungkinan Penularan Virus Ebola Melalui Hewan

Spesifikasi

Ada 5 spesies virus ebola, yaitu :
  1. Bundibugyo
  2. Pantai Gading
  3. Reston
  4. Sudan
  5. Zare.

Dari kelima spesies tersebut, spesies Bundibugyo, Sudan, dan Zaire adalah spesies yang dikaitkan dalam wabah besar virus ebola di Afrika yang menyebabkan kematian pada 25-90% kasus klinis.

Gejala

Masa inkubasi-nya dapat berkisar dari 2 sampai 21 hari tetapi pada umumnya berkisar antara  5-10 hari saja. Awal gejala termasuk demam tinggi (setidaknya 38.8 ° C, 101.8 ° F), sakit kepala parah, sakit otot, atau sakit perut, kelemahan parah, kelelahan, sakit tenggorokan, mual, pusing, terjadi pendarahan internal dan eksternal. Sebelum diketahui bahwa gejala ini merupakan gejala ebola, gejala awalnya sangat mirip dengan malaria, demam tipus, disentri, influenza, atau berbagai infeksi bakteri.

Lebih lanjut gejala Ebola mungkin lebih serius, seperti diare, kotoran berdarah atau gelap, muntah darah, mata merah distension dan pendarahan arteriola sclerotic, petechia, penyakit ruam dan purpura. Gejala lain, sekunder termasuk hipotensi (tekanan darah rendah), hypovolemia dan tachycardia. Interior pendarahan yang disebabkan oleh reaksi antara virus dan platelet.

Kadang-kadang terjadi internal dan eksternal pendarahan dari beberapa lubang, seperti hidung dan mulut, juga dapat terjadi pada luka-luka yang belum sembuh sepenuhnya. Ebola virus dapat mempengaruhi tingkat sel darah putih dan platelet, mengganggu pembekuan. Lebih dari 50% dari pasien akan mengembangkan beberapa derajat hemorrhaging.

Diagnosis

Metode diagnosis Ebola termasuk pengujian sampel air liur dan urin. Ebola didiagnosis dengan tes Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay (ELISA). Metode diagnosis ini telah menghasilkan hasil yang berpotensi ambigu selama situasi non-wabah.

Perawatan

Tidak ada standar perawatan untuk Ebola demam hemorrhagic. Perawatan terutama mendukung dan termasuk meminimalkan prosedur invasif, menyeimbangkan elektrolit, dan, karena pasien sering mengalami dehidrasi, menggantikan hilangnya kaskade untuk membantu menghentikan pendarahan, mempertahankan tingkat oksigen dan darah.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Ebola diakses tanggal 9 agustus 2014
http://www.news-medical.net/health/What-is-Ebola-(Indonesian).aspx diakses tanggal 9 agustus 2014
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2123887/kenali-ebola-virus-dari-afrika#.U-WAs_l_v5M diakses tanggal 9 agustus 2014

Pengertian Paru-paru Basah (Radang paru-paru), Gejala Penyebab dan Pencegahan

paru paru basah atau radang paru paru
Pengertian penyakit Paru-paru Basah atau Radang paru-paru, Gejala Penyebab dan Pencegahan. Sebutan paru-paru basah lebih dikenal di masyarakat. Namun sebenarnya penyakit ini dalam istilah medisnya adalah radang paru-paru atau pneumonia. Pneumonia adalah kondisi inflamasi pada paru utamanya memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus.  Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan lebih jarang mikroorganisme lainnya, obat-obatan tertentu, dan kondisi lain seperti penyakit autoimun.

Beberapa kasus paru paru basah terjadi oleh karena menghirup tetesan kecil yang mengandung organisme yang dapat menyebabkan pneumonia. Tetesan ini masuk ke udara ketika seseorang terinfeksi dengan kuman melalui batuk atau bersin. Dalam kasus lain, disebabkan ketika bakteri atau virus yang biasanya hadir di mulut, tenggorokan, atau hidung tanpa sengaja memasuki paru. Biasanya, respon refleks tubuh dan sistem kekebalan tubuh mereka akan mencegah organisme disedot dari organisme penyebab paru-paru basah.

Setelah organisme memasuki paru paru, mereka biasanya menetap di kantung udara dan bagian-bagian dari paru-paru di mana mereka berkembang pesat jumlahnya. Pada daerah ini paru paru kemudian menjadi terisi dengan cairan dan nanah (sel-sel inflamasi tubuh) karena tubuh berusaha untuk melawan infeksi.

Pneumonia mengisi alveoli paru-paru dengan cairan, menghalangi oksigenasi. Alveolus di sisi kiri dalam kondisi normal, sedangkan yang di sisi kanan penuh terisi cairan akibat pneumonia.
Pneumonia sering berawal sebagai infeksi saluran pernapasan atas yang kemudian berpindah ke saluran pernapasan bawah.

Faktor risiko dan kondisi yang memengaruhi pneumonia mencakup: merokok, imunodefisiensi, alkoholisme, penyakit obstruktif paru kronis, penyakit ginjal kronis, dan penyakit hati. Penggunaan obat-obatan yang bersifat menekan asam seperti penghambat pompa proton atau penyekat H2- dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia. Usia lanjut juga berpengaruh pada pneumonia.




Gejala

Gejala paru paru basah meliputi :
  1. Batuk, biasa disertai dengan dahak
  2. Nyeri dada
  3. Demam
  4. Kesulitan bernapas
  5. Telapak tangan dan kaki terasa dingin dan sering basah
  6. Dada terasa sakit saat batuk
Untuk mengetahui sesorang terkena radang paru-paru dapat menggunakan alat diagnostik mencakup rontgen dan pengambilan kultur dari sputum.

Beberapa vaksin untuk mencegah jenis pneumonia tertentu kini sudah tersedia. Pengobatan yang dilakukan bergantung pada penyebab dasarnya. Dugaan pneumonia bakterial diobati dengan antibiotik. Jika pneumonianya parah, penderita biasanya dirujuk ke rumah sakit.

Pasien pneumonia yang menular biasanya menderita batuk produktif, demam yang disertai menggigil bergetar, sulit bernapas, nyeri dada yang tajam atau menghunjam selama menarik napas dalam-dalam, dan peningkatan laju respirasi. Pada manula, adanya kebingungan menjadi tanda yang paling utama. Tanda-tanda dan gejala khusus pada anak-anak balita yaitu demam, batuk, dan napas yang cepat atau sulit.

Penyebab

Penyebab utama pneumonia adalah bakteri dan virus. Penyebab yang disebabkan oleh fungi dan parasit sangat jarang dijumpai.  Berikut penyebab radang paru-paru :

Bakteri
Bakteri adalah penyebab paling umum dari pneumonia dapatan masyarakat (CAP), dengan Streptococcus pneumoniae berhasil diisolasi dalam hampir 50% kasus yang ada. Bakteri lain yang umum diisolasi mencakup termasuk: Haemophilus influenzae dalam 20% kasus, Chlamydophila pneumoniae dalam 13% kasus, dan Mycoplasma pneumoniae dalam 3% kasus Staphylococcus aureus; Moraxella catarrhalis; Legionella pneumophila dan Basilus gram-negatif.

Virus
Sekitar sepertiga kasus pneumonia pada orang dewasa disebabkan oleh virus dan sekitar 15% kasusnya terjadi pada anak-anak.

Fungi
Pneumonia yang disebabkan oleh jamur jarang dijumpai, namun lebih sering muncul pada individu yang menderita sistem kekebalan lemah akibat AIDS, obat penekan kekebalan, atau masalah medis lainnya.

Parasit
Beragam parasit dapat memengaruhi paru-paru, termasuk: Toxoplasma gondii, Strongyloides stercoralis,Ascaris lumbricoides, dan Plasmodium malariae. Berbagai organisme ini biasanya memasuki tubuh melalui kontak langsung dengan kulit, pencernaan, atau melalui vektor serangga.

Idiopatik
Pneumonia interstisial idiopatik atau pneumonia yang tidak menular merupakan kelas penyakit paru difus.

Pencegahan

Berhenti merokok dan menurunkan polusi udara di dalam ruangan, seperti yang berasal dari memasak di dalam ruangan dengan menggunakan kayu atau kotoran sapi. Merokok tampaknya menjadi faktor risiko terbesar untuk pneumonia pneumokokal pada orang dewasa yang seharusnya sehat. Kebersihan tangan dan menutupi batuk dengan lengan tangan bisa juga menjadi sarana pencegahan yang efektif. Pemakaian masker operasi oleh mereka yang sakit juga bisa mencegah penyakit.

Mengobati penyakit dasarnya (seperti HIV/AIDS, diabetes melitus, dan malnutrisi) dengan tepat bisa menurunkan risiko pneumonia. Pada anak-anak usia di bawah 6 bulan pemberian susu ibu ekslusif menurunkan baik risiko maupun keparahan penyakit. Di kalangan mereka yang menderita HIV/AIDS serta hitungan CD4 kurang dari 200 sel/uL, antibiotik trimetoprim/sulfametoksazol menurunkan risiko Pneumonia pneumosistis dan bisa juga berguna untuk pencegahan bagi mereka yang memiliki gangguan kekebalan tubuh tapi tidak mempunyai HIV.

Menguji wanita hamil untuk Streptokokus Grup B dan Klamidia trakomatis, dan memberikan pengobatan antibiotik, bila diperlukan, menurunkan risiko tingkat pneumonia pada bayi sarana pencegahan transmisi dari ibu ke anak bisa juga efisien. Di kalangan lansia yang ringkih, perawatan kesehatan mulut yang baik bisa menurunkan risiko pneumonia aspirasi.

Berolahraga juga merupakan salah satu pencegahan pneumonia. Keluarnya keringat akan mengurangi radang paru paru.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_paru-paru diakses pada tanggal 5 agustus 2014
http://www.kesehatan123.com/1922/mengenal-penyakit-paru-paru-basah/ diakses pada tanggal 5 agustus 2014
http://paru-paru.com/gejala-paru-paru-basah/ diakses pada tanggal 5 agustus 2014