Tampilkan postingan dengan label flu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flu. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Proses Penularan Flu Ke Orang Lain

Ini Dia Proses Penularan Flu Ke Orang Lain
@fphlp.sph.umich.edu
Kita sering mendengar nama penyakit Flu, ya penyakit yang sangat sering kita jumpai. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular, yang penularannya cukup cepat. Apalagi pada musim penghujan banyak dari kita yang rentan terkena flu.

Tapi tahukah anda bahwa flu dapat menular dari penderita ke orang lain. Bagaimana cara penularannya yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Di musim penghujan, sistem kekebalan tubuh cenderung melemah. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa orang rentan sakit saat berdekatan dengan orang flu. Penderita flu, menghasilkan cairan liur yang terkontaminasi virus ketika batuk atau bersin. Partikel cairan yang terkontaminasi tersebut bergerak melalui udara dan mendarat di mulut atau hidung orang lain yang berada didekatnya.

Selain melalui udara virus juga ditularkan melalui benda-benda yang terkena tetesan lendir penderita, seperti handuk, meja, kursi, sendok, atau baju. Jika anda menyentuh benda yang telah terkontaminasi tersebut dan tidak membersihkan tangan dengan cairan pembersih seperti sabut, maka anda juga akan rentan tertular flu.

Yang perlu diketahui virus flu dapat hidup dua jam atau lebih pada benda-benda yang terkena lendir. Untuk menghindari penularan virus kepada orang lain, sebaiknya mencuci tangan sesering mungkin. Juga, jangan lupa pakai masker atau jangan tidur satu kamar dengan orang yang kena flu. Hindari bersentuhan dengan anak kecil karena mereka lebih rentan tertular.

sumber referensi:
WebMD

Obati Flu dan Batuk Dengan Makan Cokelat

Obati Flu dan Batuk Dengan Makan Cokelat
cokelat (photo:google image)
Cokelat merupakan salah satu camilan yang paling disukai oleh kaum hawa. Camilan ini dikabarkan dapat meningkatkan mood seseorang. Namun tahukah anda bahwa ternyata cokelat dapat berfungsi sebagai obat untuk meredakan flu, pilek dan batuk.

Banyak yang mengira jika sedang dalam kondisi batuk pilek, mengonsumsi cokelat justru membuat kondisi batuk pilek semakin parah. Tetapi malah justru sebaliknya, sebuah studi yang dipublikasikan ke dalam British Journal of Cancer pada 2009 menemukan, antioksidan bernama fenolat yang ditemukan di dalam cokelat, dapat mendorong sistem kekebalan tubuh Anda.



Christine Taylor yang sebagai Creative Director of Choccywoccydoodah menjelaskan bahwa kehadiran epicatechin juga mengaktifkan proses detoksifikasi alami tubuh sehingga dapat membantu menyingkirkan kuman-kuman yang menyebabkan batuk dan pilek.

Namun, perlu diketahui bahwa gejala batuk dapat muncul kembali ketika anda berhenti memakan cokelat. Penelitian oleh National Heart and Lung Institute di Inggris pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa kandungan theobromine dalam cokelat beraksi dengan cara memblokir aktivitas saraf sensorik yang akan menghentikan batuk.

Pengertian penyakit Flu Tulang (Chikungunya) Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Pengertian penyakit Flu Tulang (Chikungunya) Gejala, Penyebab dan Pencegahan
ilustrasi flu tulang
Pengertian penyakit Flu Tulang Gejala, Penyebab dan Pencegahan. Flu tulang atau biasa disebut juga dengan Chikungunya merupakan penyakit yang menyerang tulang dan persendian sehingga terasa nyeri. Selain itu penyakit ini juga mempunyai nama lain seperti demam sendi. Rasa nyeri akibat flu tulang terkadang bertahan dalam waktu yang cukup lama dalam satu bulan bahkan hitungan tahun.

Penyebab

Chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan dari manusia ke manusia oleh nyamuk aedes aegepty dan aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk tersebut juga dikenal sebagai penular penyakit demam berdarah. Biasanya nyamuk tersebut menggigit di siang hari dan puncak aktivitas nyamuk ini adalah di waktu pagi dan sore hari. Ciri-ciri nyamuk ini adalah ketika menggigit tidak dalam keadaan nungging.



Gejala

Gejala Flu tulang biasa ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah pada mulut atau kulit. Gejala ini hampir mirip dengan demam berdarah. Gejala-gejala umum yang sering dijadikan indikator, yaitu rasa ngilu pada persendian yang berlangsung selama 2 -4 minggu pasca flu biasa. Pada malam hari terasa sangat kedinginan dan di pagi hari tubuh terasa kaku. Biasanya kondisi kesehatan penderita akan berangsur-angsur membaik setelah 3 minggu.

Gejala umum yang dialami penderita penyakit flu tulang adalah:
  1. Demam tinggi dengan disertai nyeri sendi
  2. Kaku pada sendi, yang terkadang hingga memerah dan bengkak

Selain gejala diatas, juga terdapat gejala-gejala lain seperti sakit kepala, nyeri otot, mual, kelelahan dan timbulnya ruam.

Nyeri sendi yang terjadi biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga mingguan. Namun juga terdapat beberapa kasus nyeri sendi yang bertahan selama beberapa bulan hingga tahunan.

Pengobatan

Belum ada vaksin untuk pengobatan antivirus untuk penyakit flu tulang. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan cara simtomatik (mengatasi gejala yang muncul) yaitu:

1. Beristirahat secukupnya
2. Minum air secukupnya untuk pemenuhan kebutuhan cairan
3. Menggunakan obat-obatan untuk meredakan sakit demam dan obat nyeri pada sendi.

Pencegahan

Jika sudah ada orang sekitar yang terkena flu tulang, sebaiknya jauhkan penderita dari gigitan nyamuk. Agar penyakit ini tidak menular ke orang-orang sekitar. Membersihkan air-air yang tergenang yang dapat menjadi tempat bersarang nyamuk dan berkembang biak. Menjaga kesehatan tubuh dengan cara olahraga dan istirahat yang teratur yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anda.

Sumber referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_tulang diakses tanggal 28 April 2015

http://sehatsatu.com/penyakit-flu-tulang/ diakses tanggal 28 April 2015

Pengertian Flu Burung, Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan

Pengertian Flu Burung, Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan
Pengertian Flu burung, cara penularan, gejala, perawatan dan pencegahannya. Penyakit flu burung yang dalam bahasa inggrisnya disebut avian influenza sempat menjadi salah satu penyakit akibat virus yang sangat mematikan. Flu burung atau H5N1 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia namun akhirnya menular ke manusia.

Pada tanggal 8 Februari 2006, OIE mengumumkan bahwa Nigeria sebagai negara pertama yang memiliki kasus positif flu burung di benua itu. Dua pekan kemudian, virus H5N1 ditemukan di sebuah desa kecil di Niger, sekitar 72 km dari perbatasannya dengan Nigeria. Virus ini juga menyebar ke Mesir dan Kamerun dan akhirnya menyebar ke beberapa negara-negara lain.

Penularan

Cara penularan virus flu burung dapat melalui kontak langsung dengan burung liar dan unggas ternak yang terjangkit H5N1. Pada kasus yang terjadi di Asia Tenggara kebanyakan penularannya terjadi melalui jalur transportasi atau peternakan unggas dan burung-burung liar yang melakukan migrasi.

Selain itu penularan juga dapat melalui makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dimasak dengan matang akan terhindar dari virus ini. Ini karena virus H5N1 akan mati dalam suhu yang tinggi. Namun pada suhu rendah virus ini dapat bertahan. Makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus H5N1.



Gejala

Gejala-gajala umum ketika terinfeksi adalah demam tinggi, keluhan pernapasan dan sakit perut.  Gejala lengkapnya dapat berupa :
  1. Demam sekitar 39 derajat Celsius
  2. Batuk
  3. Lemas
  4. Sakit tenggorokan
  5. Sakit kepala
  6. Tidak nafsu makan
  7. Muntah
  8. Nyeri perut
  9. Nyeri sendi
  10. Diare
  11. Infeksi selaput mata (conjunctivitis)

Gejala tingkat lanjut dapat menyebabkan severe respiratory distress atau sesak napas hebat. Hal ini karena infeksi flu burung menyebar ke paru-paru dan menyebabkan radang paru-paru.

Gejala di Hongkong tahun 1997 berupa : demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, muntah, dan keluhan pusing.

Sedangkan di  Vietnam di tahun 2004 mempunyai gejala yang berbeda. Pasien yang terjangkit virus H5N1 tidak mengeluh sakit tenggorokan atau pilek namun mereka malah menderita diare dengan tinja yang cair.

Perawatan

Obat-obatan yang diberikan pada pasien berupa obat penurun panas dan antivirus. Obat antivirus yang diberikan pada pasien adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Namun yang perlu diperhatikan adalah setiap antivirus tersebut mempunyai efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu dan dengan anjuran dokter.

Selain itu obat yang diberikan biasa sesuai dengan gejalanya bila batuk, pasien dapat diberi obat batuk; kalau sesak dapat diberi obat jenid bronkodilator untuk melebarkan saluran napas yang menyempit. Namun jika keadaan pasien terus memburuk, tidak mungkin perlu dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasannya.

Pencegahan

Pasien yang tertular virus tidak selamanya akan menimbulkan sakit. Namun, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan dan dicegah penyebarannya

Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga
Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi risiko penularan.

Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat C atau 80 derajat C selama sedikitnya satu menit
Gunakan pola hidup sehat untuk membantu ketahanan tubuh, seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup dan olah raga teratur.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_burung diakses tanggal 22 agustus 2014
http://indonesiaindonesia.com/f/13820-flu-burung-gejala-penularan-and-pencegahannya/ diakses tanggal 22 agustus 2014