Tampilkan postingan dengan label tulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulang. Tampilkan semua postingan

Pengertian penyakit Flu Tulang (Chikungunya) Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Pengertian penyakit Flu Tulang (Chikungunya) Gejala, Penyebab dan Pencegahan
ilustrasi flu tulang
Pengertian penyakit Flu Tulang Gejala, Penyebab dan Pencegahan. Flu tulang atau biasa disebut juga dengan Chikungunya merupakan penyakit yang menyerang tulang dan persendian sehingga terasa nyeri. Selain itu penyakit ini juga mempunyai nama lain seperti demam sendi. Rasa nyeri akibat flu tulang terkadang bertahan dalam waktu yang cukup lama dalam satu bulan bahkan hitungan tahun.

Penyebab

Chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan dari manusia ke manusia oleh nyamuk aedes aegepty dan aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk tersebut juga dikenal sebagai penular penyakit demam berdarah. Biasanya nyamuk tersebut menggigit di siang hari dan puncak aktivitas nyamuk ini adalah di waktu pagi dan sore hari. Ciri-ciri nyamuk ini adalah ketika menggigit tidak dalam keadaan nungging.



Gejala

Gejala Flu tulang biasa ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah pada mulut atau kulit. Gejala ini hampir mirip dengan demam berdarah. Gejala-gejala umum yang sering dijadikan indikator, yaitu rasa ngilu pada persendian yang berlangsung selama 2 -4 minggu pasca flu biasa. Pada malam hari terasa sangat kedinginan dan di pagi hari tubuh terasa kaku. Biasanya kondisi kesehatan penderita akan berangsur-angsur membaik setelah 3 minggu.

Gejala umum yang dialami penderita penyakit flu tulang adalah:
  1. Demam tinggi dengan disertai nyeri sendi
  2. Kaku pada sendi, yang terkadang hingga memerah dan bengkak

Selain gejala diatas, juga terdapat gejala-gejala lain seperti sakit kepala, nyeri otot, mual, kelelahan dan timbulnya ruam.

Nyeri sendi yang terjadi biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga mingguan. Namun juga terdapat beberapa kasus nyeri sendi yang bertahan selama beberapa bulan hingga tahunan.

Pengobatan

Belum ada vaksin untuk pengobatan antivirus untuk penyakit flu tulang. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan cara simtomatik (mengatasi gejala yang muncul) yaitu:

1. Beristirahat secukupnya
2. Minum air secukupnya untuk pemenuhan kebutuhan cairan
3. Menggunakan obat-obatan untuk meredakan sakit demam dan obat nyeri pada sendi.

Pencegahan

Jika sudah ada orang sekitar yang terkena flu tulang, sebaiknya jauhkan penderita dari gigitan nyamuk. Agar penyakit ini tidak menular ke orang-orang sekitar. Membersihkan air-air yang tergenang yang dapat menjadi tempat bersarang nyamuk dan berkembang biak. Menjaga kesehatan tubuh dengan cara olahraga dan istirahat yang teratur yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anda.

Sumber referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_tulang diakses tanggal 28 April 2015

http://sehatsatu.com/penyakit-flu-tulang/ diakses tanggal 28 April 2015

Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang

Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang
patah tulang | photo : obatpatahtulang
Pertolongan pertama pada patah tulang. Patah tulang merupakan kejadian yang biasanya terjadi karena ada benturan yang keras dengan tulang. Seperti yang terjadi pada saat tabrakan bahkan olahraga pun dapat menyebabkan patah tulang, seperti yang terjadi pada olahraga bola.


Pertolongan pertama

Pada saat terjadi patah tulang, jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Sebelum melakukan pertolongan pertama sebaiknya kita mengetahui gejala patah tulang tersebut.


Apabila menemui gejala yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, pertolongan pertama yang dapat kita lakukan adalah :
  1. Buka jalan napas, berikan napas buatan jika diperlukan
  2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
  3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
  4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
  5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
  6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
  7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
  8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
  9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
  10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.

Sumber bacaan :

http://health.detik.com/read/2012/10/12/173757/2061424/1407/pertolongan-pertama-pada-patah-tulang diakses tanggal 16 november 2014

Pengertian, Jenis dan Gejala Patah Tulang

Pengertian, Jenis dan Gejala Patah Tulang
patah tulang | photo : meetdoctor
Pengertian dan jenis patah tulang. Mungkin anda pernah mengalami patah tulang atau orang disekitar anda yang mengalaminya. Patah tulang terjadi biasanya karena ada benturan keras pada tulang, entah karena jatuh, tabrakan ataupun olahraga sekalipun.

Jenis patah tulang

Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu :

1. Fraktur tertutup
Pada fraktur tertutup yaitu keadaan tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit

2. Fraktur terbuka
Fraktur terbuka yaitu keadaan sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Baca juga : Pertolongan pertama pada patah tulang

Gejala patah tulang
  1. Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
  2. Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
  3. Sulit menggerakkan bagian yang terluka
  4. Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
  5. Terlihat bengkak
  6. Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
  7. Terlihat ada perubahan bentuk
  8. Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
  9. Bagian tubuh yang luka terlihat membiru
Itulah penjelasan, pengertian jenis dan gejala patah tulang. semoga bermanfaat.

Sumber bacaan :

http://health.detik.com/read/2012/10/12/173757/2061424/1407/pertolongan-pertama-pada-patah-tulang diakses tanggal 16 oktober 2014

Cegah Osteoporosis Dengan Banyak Bergerak

Cegah Osteoporosis Dengan Banyak Bergerak
Osteoporosis tidak hanya terjadi pada orang yang berusia lanjut. Namun ada juga kasus osteoporosis yang terjadi pada anak muda. Gaya hidup yang tidak sehat merupakan factor osteoporosis pada anak muda. Karena kurangnya bergerak sehingga tulang menjadi rapuh.


Banyak dari mereka yang kurang melakukan gerakan. Apalagi pada saat hari libur, menurut hasil survey membuktikan bahwa kita tidak bergerak selama 5 jam diluar jam tidur. Hanya 22 persen pria, dan 14 persen wanita, yang rutin melakukan olah raga setia hari menurut data hasil consumer polling, yang diselenggarakan Fonterra Brand pada 2013 seperti yang dilansir oleh life.viva.co.id.

Dokter Ade Jeanne DL Tobing, SpKO menganjurkan agar kita banyak bergerak. Karena jika kita kurang bergerak penyakit tidak menular seperti osteoporosis akan sangat rentan menyerang. Sebaiknya melakukan olahraga rutin sekitar 30 sampai 60 menit per hari selama 5 kali dalam seminggu.

Dua dari lima orang di Indonesia sangat berisiko terkena osteoporosis menurut data pusat penelitian dan pengembangan gizi 2005. Hal ini karena kurang latihan untuk menjaga kesehatan tulang. Dengan aktif bergerak itu sangat penting dalam menjaga kesehatan tulang. Ini agar ketika memasuki usia lanjut tulang kita dapat terhindar dari patah tulang.

Selain itu Dokter Ade juga menyarankan kita menjaga keseimbangan antara pola makan sehat dengan aktivitas fisik.

"Pencegahan dapat dilakukan melalui aktivitas tubuh, misalnya angkat beban, mendapat paparan sinar matahari cukup untuk vitamin D, serta mengonsumsi gizi seimbang dengan kalsium dosis tinggi," ujarnya.


Bagi anda yang jarang bergerak, sebaiknya untuk rutin melakukan olahraga agar kesehatan tulang terjaga ketika usia lanjut. Semoga bermanfaat.