Perbedaan Arthritis dan Osteoarthritis (Nyeri Sendi)

Perbedaan Arthritis dengan Osteoarthritis (Nyeri Sendi)

Perbedaan Arthritis dengan Osteoarthritis. Rasa nyeri pada tangan dan kaki disaat bangunt di pagi hari bisa disebabkan oleh arthritis atau osteoarthritis. Namun pada umumnya kebanyakn orang menganggap rasa nyeri pagi hari disebabkan oleh arthritis.

Kemungkinan besar rasa nyeri pada pagi hari tersebut disebabkan oleh arthritits, namun ada kemungkinan pula bahwa pembengkakan kaki dan tangan di pagi hari merupakan osteoarthritis.

Dari pada bingung menentukan antara kedua jenis penyakit tersebut, sebaiknya kita mengetahui perbedaan antara arthiritis dan osteoarthiritis. Berikut adalah ulasan perbedaannya.

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif tulang rawan artikular yang dapat menimpa siapa saja dan serangannya berlaku secara perlahan namun pasti. Sedangkan arthritis merupakan peradangan yang menyerang jaringan dan tulang sendi dan menyebabkan kerusakan progresif.

Berikut gejala osteoartritis:


  1. Meningkatnya rasa nyeri selama menggerakkan tangan pada pagi hari dan rasa sakit tersebut tidak muncul pada malam hari.
  2. Durasi rasa sakit yang ditimbulkan kurang lebih selama 30 menit dan akan menghilang begitu saja.
  3. Munculnya rasa panas dan bercak kemerahan pada bagian tangan atau kaki yang sebelumnya tidak pernah ada.

Sedangkan gejala untuk penyakit arthritis, antara lain:


  1. Munculnya rasa nyeri pada tangan atau kaki baik di malam hari atau juga ketika bangun tidur di pagi hari.
  2. Durasi rasa sakit yang terasa akan berlangsung selama kurang lebih 1 jam dan akan semakin nyeri ketika seseorang berusaha menggerakkan persendian.
  3. Pada umumnya disertai dengan pembengkakan pada bagian sendi.
  4. Munculnya rasa panas dan kemerahan pada kaki atau tangan, terutama di bagian persendian.


Itulah perbedaan antara Arthiritis dan Osteoarthiritis.

Pengertian Penyakit Beri-beri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Beri-beri, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Penyakit beri-beri yaitu penyakit yang di sebabkan kekurangan vitamin B1(tiamin). Akibat yang di timbulkan bengkak-bengkak dan  pembesaran pada betis, penyakit beri- beri ini bias mengenai siapapun namun seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi di zaman sekarang ini sudah jarang di temui penderita beri-beri karena semakin berkurangnya penduduk yang kekurangan gizi.

Ternyata  penyakit beri-beri tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga menyerang bayi yang menyusui melalui pada ibu yang kekurangan vitamin B1, atau pada bayi yang hanya diberikan susu formula yang kadar B1 nya tidak memadai. Penyakit beri-beri ini walau jarang terjadi ternyata penyakit ini bisa di tularkan melalui warisan. Beri-beri akibat warisan atau keturunan akan menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan vitamin B1.

Beri-beri umumnya akan mempengaruhi system:
  1. kardiovaskular (dikenal sebagai beri-beri basah)
  2. sistem saraf (dikenal sebagai beri-beri kering)
  3. Sindrom Wernicke-Korsakoff adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh defisiensi (kekurangan) vitamin B1 yang menimbulkan sejumlah gejala neurologis dan dapat menyebabkan psikosis, kebingungan dan halusinasi.

Gejala beri-beri umumnya reversibel jika segera diobati, namun bila pengobatan terlambat, maka akan mengakibatkan komplikasi permanen hingga bisa mengancam nyawa penderitanya.

Beri-beri, seperti halnya kekurangan vitamin lainnya, merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Menunda pengobatan beri-beri dapat mengakibatkan komplikasi permanen bahkan kematian. Jika  mengalami gejala-gejala terkait beri-beri, atau  merasa kurang mengonsumsi vitamin B1, sebaiknya segerahlah meminta bantuan medis.
Gejala beri-beri

Gejala beri-beri akan bervariasi tergantung sistem mana yang diserangnya (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Pada  Umumnya gejala beri-beri adalah reversibel, dengan syarat segeralah mendapatkan pertolongan dan pengobatan medis.

Ada 3 macam gejalah beri-beri yang sering muncul, yaitu :

Gejalah beri-beri kering :

Gejala bsesakeri-beri kering bisa terjadi sesekali atau setiap hari. Pada saat gejalanya muncul, maka yang terjadi adalah:
  1. Kesulitan berjalan
  2. Hilangnya koordinasi otot
  3. Hilangnya sensasi
  4. Jantung berdebar-debar
  5. Kaki terasa tebal dan kesemutan anggota badan
  6. Otot terasa lelah Dan kekuatan berkurang
  7. Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis (radang otak akut)
  8. Kelumpuhan
  9. Rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang hebat
  10. Gangguan bicara (cadel)
  11. Kesemutan atau sensasi lain yang tidak biasa yang terjadi pada tangan atau kaki
  12. Gerakan mata yang yang tidak terkendali (nystagmus)
  13. Muntah.


Gejala beri-beri basah :

Gejala beri-beri basah juga bisa terjadi setiap hari atau juga sesekali. Gejalanya antara lain:
  1. Kelelahan atau kelemahan
  2. Peningkatan denyut jantung
  3. Nyeri dan bengkak pada kaki
  4. Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)
  5. Sesak napas.
  6. Adanya pembengkakang kaki, tungkai bawah, dan muka
  7. Bila betis di tekan  terbentuk cekungan yang susah hilang

Gejalah beri-beri jantung

Gejalah beri-beri jantung juga bisa datang setiap hari atau sesekali Namun gejalah ini sangat berbahaya karna kelaamaan gejalah ini akan muncul tanpa ada kegiatan berat, mendadak langsung penderita bias meninggal dalam waktu singkat. Gejalahnya antara lain:
  • Rasa tekanan dari ulu hati
  • Sesak nafas
  • Berdebar-debar dalam menjalankan kegiatan

Beri-beri adalah penyakit berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Maka dari itu jika tidak segera di obati Dan di tagani maka akan mengancam kehiupan bagi si penderita. Oleh karna  itu jika salah satu gejalah beri-beri diatas ada yang mengalami, atau mengalami penurunan berat badan tanpa di ketahui penyebabnya , maka segerahlah mencari bantuan medis.

Penyebab Beri-beri

Beri-beri disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Kurangnya tiamin dapat disebabkan karena kurangnya asupan tiamin ke dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin tersebut. Karena saat ini sudah terdapat banyak makanan yang lengkap dengan vitamin, dan banyaknya suplemen vitamin, kekurangan asupan tiamin sudah jarang ditemui. Sebaliknya, beri-beri yang terjadi saat ini umumnya adalah karena ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan tiamin tersebut. Hal ini disebabkan karena penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan, atau juga disebabkan karena kelainan herediter.

Siapa saja yang berisiko terkena beri-beri?

Beri-beri sudah bukan lagi penyakit yang umum. Namun beberapa kebiasaan atau keadaan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beri-beri adalah:
  • Penyalahgunaan alcohol
  • Perawatan dialisis (cuci darah)
  • Makan diet rendah tiamin
  • Dosis tinggi atau penggunaan diuretik yang sering
  • Operasi bypass lambung (pengecilan lambung)
  • Tube-feeding (sonde)
  • Mengurangi risiko beri-beri
  • Risiko terkena beri-beri bisa diatasi dengan:
  • Mempertahankan diet seimbang
  • Mengurangi atau meninggalkan penggunaan alcohol
  • Mengonsumi suplemen vitamin.


Pengobatan beri-beri

Pengobatan beri-beri harus diawasi oleh seorang profesional kesehatan. Pengobatan dasar untuk penyakit beri-beri adalah dengan mengembalikan kadar tiamin dalam tubuh ke level normal. Hal ini bisa dicapai melalui pemberian suplemen tiamin secara oral atau injeksi. Jika beri-beri segera diobati, sebagian besar gejalanya akan hilang.

Komplikasi beri-beri

Beri-beri sebenarnya merupakan kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi parah dan mengancam hidup seseorang. Namun, jika pengobatan dilakukan sejak dini, gejala beri-beri bisa dihilangkan. Jika beri-beri terlambat diobati, maka gejalanya bisa menjadi permanen. Oleh karena itu, seseorang harus mendapatkan pengobatan segera ketika mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan beri-beri atau ketika merasa diet kurang tiamin. Setelah mendapatkan pengobatan, bisa meminimalisir risiko komplikasi yang serius dengan mentaati jadwal dan rencana pengobatan yang sudah dirancang khusus oleh profesional kesehatan. Komplikasi beri-beri antara lain: 
  • Sakit atau rasa  tidak nyamanan yang kronis
  • Gagal jantung kongestif (jantung kurang mampu memompa darah)
  • Kehilangan mobilitas (pergerakan)
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis Psikosis
  • Pingsan dan koma

Itulah penjelasan tentang penyakit beri-beri, contoh penyakit beri –beri, macam-macam penyakit beri-beri, dan penyebab penyakit beri-beri, serta cara menangulangi penyakit beri-beri. Walaupun penyakit beri-beri penderitanya sudah semakin berkurang di krnakan di zaman sekarang ini sudah semakin banyak vitamin dan juga ahli medis yang canggih dan modern, namun penyakit beri-beri ini wajib di waspadai. Maka dari itu perbanyaklah mengomsumsi makanan yang mengandung vitamin.

Sumber referensi:
http://www.medkes.com/2014/06/gejala-penyebab-pengobatan-penyakit-beri-beri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Beri-beri

Pengertian Penyakit Radang Usus, Jenis, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Radang Usus, Jenis, Gejala dan Pengobatan

Dalam hidup ada berbagai penyakit yang selalu menyerang contohnya radang usus, penyakit radang usus adalah di mana kondisi usus mengalami inflamasi atau peradangan. Radang usus terbagi menjadi dua, yaitu colitis ulseratif  dan crohn. Kedua kondisi ini muncul karena reaksi  dari system kekebalan tubuh  terhadap jaringan kekeblan tubuh terhadap jaringan pencernaan yang normal dan sehat. Kondisi ini di akibatkan oleh peradanga kronis pada  bagian gastrointestinal (system pencernaan).

Pengertian dari kedua radang usus :
  1. Colitis ulseratif adalah peradangan kronis yang terbatas pada usus besar
  2. Crohn adalah peradangan yang terjadi di seluruh system pencernaan, mulai dari mulut sampai anus.

Ternyata radang usus bukan Cuma satu ada pula radang usus yang cukup langka yaitu colitis collagenous dan colitis limfosistik kedua kondisi ini dikenal dengan istilah colitis mikroskopik.
Radang usus adalah penyakit jangka panjang yang biasanya gejala muncul dan menghilang selama beberapa waktu Tingkat keparahan gejala yang muncul tergantung pada bagian mana saja yang mengalami peradangan.

Gejalah umum radang usus :

- Nyeri atau sakit pada bagian perut.
- Penurunan berat badan.
- Nafsu makan berkurang.
- Diare bercampur darah dan bersifat kambuhan.
- Merasa sangat lelah.
- Nafsu makan berkura
- Mengalami mual dan demam

Tetapi gejalah yang miuncul pada setiap orang tidaklah sama.  Kondisi ini akan dating dan pergi selama waktu yang sangat lama. Ketika kambuh , gejalanya  bias ringan atau sangat parah.

Penyebab Radang Usus

Sampai saat ini penyakit radang usus belum diketahui penyebab utamanya, namun resiko seseorang bisa mengalami radang usus yaitu pola makan dan tingkat stres yang tinggi dapat beresiko menderita radang usus. Tetapi keduanya bukanlah penyebab utama. Jadi untuk terhindar dari penyakit ini sebaiknya menjaga system kekebalan tubuh dan system imun tubuh. Namun selain penyebab di atas ternyata factor  keturunan juga diduga memiliki pengaruh pada munculnya radang usus. Risiko seseorang akan lebih tinggi apabila ada keluarga dekat yang menderita radang usus.

Berikut ini beberapa faktor lain yang wajib di waspadai agar terhindar dari radang usus:

-  Merokok. Kegiatan ini sangat meningkatkan risiko terkena penyakit Crohn.
-  Obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Beberapa obat-obatan dalam kelompok OAINS bisa meningkatkan risiko mengalami radang usus, misalnya ibuprofen, naproxen, diclofenac dll.

Diagnosis Radang Usus

Berikut ini ada beberapa tes yang mungkin perlu dilakukan oleh dokter:

1. Tes darah

Tes darah akan dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh mengalami anemia atau infeksi  bakteri maupun virus. Tinja juga diteliti untuk memeriksa apakah ada darah.

2. Prosedur endoskopi

Dengan metode pemeriksaan ini, dokter dapat melihat bagian dalam sistem pencernaan  dan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

3. Tes pencitraan

Ada beberapa prosedur pencitraan seperti X-ray, CT scan, MRI, dan pencitraan sistem pencernaan juga dapat dilakukan.

Pengobatan Radang Usus

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan bagi penderita radang usus. Selala ini pengobatan ataupun pengobatan yang di lakukan hanya untuk meredakan gejala yang muncul atau hanya mencegah kambuhnya gejalah. Untuk gejalah ringan yang timbul mungkin tidak di perlukan pengobatan karna biasanya gejalah ringan hanya akan menghilang dalam beberapa hari dengan sendirinya. Tetapi tidak perlu kwatir selain meredakan gejala yang muncul, pengobatan  juga di lakukan resiko komplikasi , penaganan ini di lakukan bias berbentuk terapi, obat-obatan, dan juga operasi.

Adapun bentuk obat- obatan untuk mengatasi radang usus yaitu:

1. Obat anti inflamasi non–steroid (OAINS)

Obat ini biasanya akan diberikan pertama kali untuk mengatasi radang usus. Obat ini berfungsi mengurangi inflamasi yang terjadi. Obat yang biasanya digunakan adalah aminosalicylate dan kortikosteroid.

2. Obat imunosupresan

Obat ini berfungsi untuk menghalangi aktivitas sistem kekebalan tubuh yang merusak atau membahayakan. Obat ini akan mengurangi inflamasi yang terjadi.

Beberapa contoh obat imunosupresan adalah:

- azathioprine
- cyclosporine
- infliximab

Bagi beberapa orang, kombinasi beberapa obat berfungsi lebih baik daripada hanya mengonsumsi satu jenis obat saja.

Antibiotik

Obat ini bisa diberikan sebagai tambahan dari obat-obatan lainnya, terutama apabila terjadi infeksi. Penderita kolitis ulseratif mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan infeksi yang terjadi.
Contoh obat antibiotik yang umum digunakan adalah:

- metronidazole
- ciprofloxacin.

Obat-obatan lain

Terdapat obat-obatan lain untuk mengatasi gejala yang muncul akibat radang usus selain terjadinya inflamasi.  Mungkin bias di tanyakan pada dokter sebelum  mengonsumsi obat bebas yang bisa dibeli di apotek. Obat anti-diare, pereda rasa sakit, suplemen zat besi, suplemen vitamin, dan kalsium mungkin akan diberikan tergantung kondisi dan gejala yang muncul.

Apabila  penanganan yang dilakukan untuk meringankan gejala radang usus tidak bisa membantu, prosedur operasi mungkin perlu dilakukan. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang cukup parah biasanya tidak akan merespons penanganan dengan obat-obatan. Operasi dilakukan untuk mengangkat bagian dari usus besar yang mengalami peradangan parah.

Pada penderita penyakit Crohn, operasi dilakukan untuk mengangkat bagian yang sudah rusak dan menyambungkan kembali saluran pencernaan yang masih sehat. Setelah operasi bukan berarti sudah bebas dari penyakit radang usus, maka dari itu di anjurkan  konsumsi obat-obatan perlu dilanjutkan untuk mencegahnya kambuh lagi.

Komplikasi Radang Usus

Penyakit radang usus yang terbagi menjadi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif bisa memunculkan beberapa komplikasi jika peradangannya tidak terkendali atau teratasi.

Berikut ini komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit Crohn:

-  Tukak

Apabila peradangan yang terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama atau kronis, bisa mengakibatkan munculnya tukak pada sistem pencernaan , seperti pada mulut, usus halus dan juga anus.

- Fistula

Tukak yang sudah dalam hingga membentuk lubang pada dinding saluran pencernaan akan menyebabkan fistula. Fistula adalah koneksi abnormal antara beberapa bagian tubuh misalnya usus dengan organ lain menjadi terhubung. Fistula akan mengganggu pencernaan dan penyerapan makanan. Fistula bisa terinfeksi dan bisa membahayakan jika tidak ditangani dengan benar.

-  Obstruksi usus

Penyakit Crohn bisa memengaruhi ketebalan dinding usus. Akibatnya, penyaluran hasil pencernaan makanan bisa tertutup. Untuk mengangkat bagian yang bermasalah, akan diperlukan prosedur operasi.

-Kanker kolon (usus besar)

Risiko terkena kanker kolon akan meningkat ketika penyakit Crohn memengaruhi usus besar. Bagi penderita penyakit Crohn, disarankan melakukan prosedur kolonoskopi secara teratur.

- Fisura ani

Munculnya luka robek pada jaringan di sekitar dinding anus atau pada kulit di sekitar anus. Luka ini bisa menjadi lokasi munculnya infeksi. Apabila terasa sakit dan pendarahan saat buang air besar.

- Malanutrisi

Tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi disebabkan munculnya peradangan yang terjadi dan gejala seperti mual dan diare. Kondisi yang sering terjadi pada penderita radang usus adalah defisiensi zat besi dan vitamin B12.

- Efek samping obat-obatan

Ternyata mengomsumsi  Obat-obatan untuk penyakit Crohn yang berfungsi menghalangi kinerja sistem kekebalan tubuh berisiko menyebabkan kanker limfoma dan kanker kulit. Kortikosteroid juga berisiko menyebabkan kerapuhan tulang, katarak, glaukoma, dan kadar gula tinggi.

Sedangkan komplikasi yang mungkin terjadi pada kolitis ulseratif adalah:

- Muncul lubang pada usus besar.
- Pendarahan dalam.
- Dehidrasi.
- Peradangan pada kulit, mata dan persendian.
- Risiko terkena kanker kolon meningkat.
- Risiko penggumpalan darah meningkat.

Itulah sekilas  penjelasan  tentang penyakit radang usus dan cara pengobatan, memang pengobatannya belum di dapatkan secara umum namun dengan mencoba metode di atas mungkin dapat membantu. Maka dari itu sebelum terkena penyakit radang usus sebaiknya mencobalah hidup sehat dengan  menjaga daya tahan tubuh dan mengomsumsi makanan yang bergizi. karana lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Pengertian Penyakit Degeneratif dan Jenisnya

Pengertian Penyakit Degeneratif dan Jenisnya

Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami penambahan usia dan seiring bertambahnya usia penyakit degeneratif akan mengiringi proses penuaan. Dalam kehidupan pasti akan mengalami sakit, sakit adalah Salah satu organ pada tubuh tidak berfungsi normal. Faktor penyebab datangnya penyakit pada setiap orang yaitu di sebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau protozoa,  tetapi ada juga penyakit  yang bukan di sebabkan oleh infeksi  yaitu penyakit non infeksi. Contoh penyakit non infeksi adalah penyakit kekurangan gizi, kecelakaan, dan penyakit degeneratif.

Penyakit degenerative yaitu suatu penyakit yang muncul akibat kemunduran fungsi sel tubuh. Penyakit degenerative biasa disebut penyakit tua karena semakin bertambah usia semakin banyak pula penyakit

50 jenis penyakit degeneratif :
  • Dislipidemia
  • Diabetes mellitus tipe 2
  • Hipertensi
  • Stroke
  • Kardiovaskuler
  • Kanker usus
  • Kanker prostat
  • Kanker kulit
  • Otak palsy supranuclear progesif (PSP)
  • Wilson alpers
  • Creutzfeltd-jacob
  • Rasmussen’s ensefalitis
  • Dan beberapa penyakit tulang yang termasuk penyakit degenerative yaitu:
  • Cervikal pain
  • Low back pain
  • Neck shoulder syndrome
  • Dll

Pada umumnya penyakit sendi degenerative akibat inflamasi persendian yang di sebabkan penipisan dan kerusakan tulang rawan yaitu osteoarthritis dan arthopathy degenerative yang menyerang sandi pinggung.

Meskipun penyakit degenerative adalah penyakit yang dating akibat menurunnya fungsi organ tubuh karena usia lanjut, namun bagi anda yang kurang mejaga pola makan, sebaiknya mulai berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan tubuh.

Ada beberapa tips untuk mencegah penyakit degenerative yaitu dengan cara:                                                           

- Makan makanan yang memenuhi kebutuhan energy
- Makan karbohidrat sebanyak setengah dari jumlah kebutusan energy
- Batasi konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung minyak
- makan makanan yang beraneka ragam
- Disarankan makan empat sehat lima sempurna
- Biasakan sarapan pagi
- komsumsi garam yang beryodium
- perbanyak makanan yang mengandung zat besi
- untuk bayi berikan ASI eksklusif sampai usia 4 bulan
- Banyak minum air putih
- Hindari rokok dan minuman beralkohol dan,
- Lakukan kegiatan fisik secara teratur.


Itulah pengertian penyakit degenerative, macam-macam penyakit degenerative, dan cara menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit degeneratif.

Pengertian Sianida dan Bahayanya Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Sianida dan Bahayanya Bagi Tubuh Manusia

Pengertian Sianida dan Bahayanya Bagi Tubuh Manusia. Kasus pembunuhan Mirna akhir akhir ini menjadi sorotan. Racun yang tercampur dalam kopi yang di minum Mirna adalah Sianida, yang akhirnya membuatnya meninggal dunia. Sianida bekerja sangat cepat dalam tubuh manusia sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk membunuh manusia.

Dari kasus ini kita harus belajar mengetahui bahaya dari sianida. Nah untuk itu mari kita simak Pengertian Sianida dan bahanya bagi tubuh manusia.

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung gugus siano C ≡ N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.

Contoh sianida anorganik:
1. Natrium sianida
2. Kalium sianida

Pada sianida anorganik seperti diatas, gugus CN ada sebagai ion sianida poliatomik yang bermuatan negatif (CN−); senyawa ini, yang merupakan garam dari asam sianida, adalah senyawa yang sangat beracun. Ion sianida bersifat isoelektronik dengan karbon monoksida dan nitrogen molekuler.
Sianida organik umumnya disebut nitril; gugus CN terhubung melalui ikatan kovalen dengan gugus bermuatan karbon, seperti metil (-CH3) pada metil sianida (asetonitril). Karena tidak melepas ion sianida, maka nitril umumnya lebih tidak beracun, atau seperti pada polimer tidak larut seperti serat akrilik, maka sama sekali tidak beracun kecuali jika dibakar.

Definisi Asam Sianida (HCN)

Asam sianida (HCN) adalah senyawa berbentuk cairan yang mudah menguap, biasa digunakan dalam pembuatan asetonitril yang kemudian digunakan untuk produksi serat akrilik, karet sintetis, dan plastik. Sianida juga digunakan dalam berbagai proses kimia, seperti fumigasi, pengerasan besi dan baja, elektroplating, dan pemurnian bijih. Di alam, bahan - bahan yang mengandung sianida terdapat dalam beberapa biji buah, seperti lubang ceri dan biji apel.

Produksi

Untuk memproduksi sianida menggunakan proses Andrussow, asam sianida diproduksi dari metana dan amoniak dengan bantuan oksigen dan katalisplatina.

2 CH4 + 2 NH3 + 3 O2 → 2 HCN + 6 H2O

Gas asam sianida dapat dilarutkan dalam larutan natrium hidroksida untuk menghasilkan natrium sianida.

Tingkat bahaya

Senyawa sianida sebagian besar sangat beracun. Anion sianida adalah inhibitor enzim sitokrom c oksidase (disebut juga aa3) pada kompleks keempat rantai transpor elektron (ditemukan pada membran mitokondria pada sel eukariotik). Sianida akan menempel ke besi dalam protein ini. Ikatan sianida dengan enzim ini akan mencegah transpor elektron darisitokrom c ke oksigen. Akibatnya, rantai transpor elektron terganggu, artinya sel tidak dapat lagi memproduksi (secara aerobik) ATP untuk energi beraktivitas. Jaringan yang sangat mengandalkan respirasi aerobik, seperti sistem saraf pusat dan jantung, akan sangat terpengaruh.

Senyawa sianida yang paling beracun adalah asam sianida, bentuknya gas pada suhu dan temperatur ruangan, oleh karena itu dapat terhirup. Oleh karena itu, respirator udara dengan sumber oksigen eksternal wajib dipakai ketika bekerja dengan asam sianida. Asam sianida akan dihasilkan ketika sianida labil diasamkan, karena sianida adalah asam lemah. Larutan alkali lebih aman digunakan karena tidak memunculkan gas asam sianid. Asam sianida juga dapat diproduksi pada pembakaran poliuretan; untuk alasan ini, poliuretan tidak disarankan untuk digunakan pada furnitur domestik dan penerbangan. Asam sianida yang terhirup oral dalam skala kecil (dalam bentuk sianida padat atau larutan sianida) pada angka 200 mg, atau sekitar 270 ppm sudah cukup untuk mengakibatkan kematian dalam hitungan menit.

Penggunaan

Pertambangan
Sianida utamanya diproduksi untuk pertambangan emas dan perak: senyawa ini membantu melarutkan logam ini dari bijihnya.

Kimia organik industri

Beberapa nitril diproduksi dalam skala besar, contoh adiponitril adalah prekursor nilon. Beberapa senyawa juga dihasilkan dengan menggabungkan asam sianida dengan alkena (hidrosianasi): RCH=CH2 + HCN → RCH(CN)CH3. Katalis logam dibutuhkan untuk reaksi ini.

Keracunan pada manusia

Keracunan sianida yang disengaja telah muncul pada banyak kejadian sepanjang sejarah. Yang paling terkenal adalah asam sianida yang dilepas dari pelet Zyklon-B yang digunakan secara meluas pada pembunuhan massal ketika Holokaus, terutama di kamp konsentrasi. Diracun dengan gas asam sianida dalam kamar gas (garam asam sianida dijatuhkan ke asam kuat, seperti asam sulfat) adalah salah satu metode hukuman mati ketika terdakwa kemudian menghirup gas letal. Dan kasus yang baru-baru ini terjadi di Indonesia adalah kasus Mirna yang diracun dengan kopi yang dicampur sianida.

Aditif makanan

Karena kestabilannya yang tinggi akan kompleksnya dengan besi, ferrosianida (natrium ferrosianida E535, kalium ferrosianida E536, dan kalsium ferrosianida E538) tidak akan terdekomposisi ke level mematikan dalam tubuh manusia dan digunakan dalam industri makanan sebagai, contohnya agen anticaking pada garam dapur.

Sumber referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Sianida diakses tanggal 21 februari 2016

Ini Dia Proses Penularan Flu Ke Orang Lain

Ini Dia Proses Penularan Flu Ke Orang Lain
@fphlp.sph.umich.edu
Kita sering mendengar nama penyakit Flu, ya penyakit yang sangat sering kita jumpai. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular, yang penularannya cukup cepat. Apalagi pada musim penghujan banyak dari kita yang rentan terkena flu.

Tapi tahukah anda bahwa flu dapat menular dari penderita ke orang lain. Bagaimana cara penularannya yuk kita simak ulasannya dibawah ini.

Di musim penghujan, sistem kekebalan tubuh cenderung melemah. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa orang rentan sakit saat berdekatan dengan orang flu. Penderita flu, menghasilkan cairan liur yang terkontaminasi virus ketika batuk atau bersin. Partikel cairan yang terkontaminasi tersebut bergerak melalui udara dan mendarat di mulut atau hidung orang lain yang berada didekatnya.

Selain melalui udara virus juga ditularkan melalui benda-benda yang terkena tetesan lendir penderita, seperti handuk, meja, kursi, sendok, atau baju. Jika anda menyentuh benda yang telah terkontaminasi tersebut dan tidak membersihkan tangan dengan cairan pembersih seperti sabut, maka anda juga akan rentan tertular flu.

Yang perlu diketahui virus flu dapat hidup dua jam atau lebih pada benda-benda yang terkena lendir. Untuk menghindari penularan virus kepada orang lain, sebaiknya mencuci tangan sesering mungkin. Juga, jangan lupa pakai masker atau jangan tidur satu kamar dengan orang yang kena flu. Hindari bersentuhan dengan anak kecil karena mereka lebih rentan tertular.

sumber referensi:
WebMD

Penting! Ketahuilah 4 Zat Yang Pengaruhi Darah dan Kesehatan

4 Zat Yang Pengaruhi Darah dan Kesehatan

4 Zat yang Mempengaruhi Darah dan Memiliki Efek Pada Kesehatan. Darah memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh. Banyak hal dari darah yang bisa kita ketahui, mulai dari golongan, penyakit yang diderita dan lain sebagainya. Tapi tahukah anda bahwa ada beberapa zat yang dapat mempengaruhi darah dan berefek pada kesehatan.

4 zat yang sangat mempengaruhi darah adalah air, air asin, minyak dan alkohol. Lihat efek dari zat tersebut terhadap darah dibawah ini:

1. Air Putih

Gelas yang berisi air putih jika di tetesi dengan darah segar, maka air tersebut akan menjadi merah karena darah tanpa proses diaduk. Jadi kesimpulannya adalah air putih sangat baik untuk darah.

2. Air Garam

Gelas yang berisi air garam, jika ditetesi dengan darah segar dan diaduk, hasilnya darah tetap tidak tercampur dengan baik/rata. Malahan terlihat gumpalan darah yang kecil-kecil dan kental. Jadi kesimpulannya adalah, terlalu banyak makan garam, dapat menyebabkan darah menjadi kental. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras memompanya. Efeknya dapat berakibat darah tinggi dan stroke.

3. Minyak

Gelas yang berisi minyak jika ditetesi darah, hasilnya darah tidak mau bercampur dan menyebabkan gumpalan besar. Kesimpulannya adalah, terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, dapat mengakibatkan kolesterol menyumbat pembuluh darah. Hal ini berefek pada risiko penyakit jantung.

4. Alkohol

Gelas yang berisi alkohol jika ditetesi darah hasilnya darah akan Langsung bercampur. Tetapi lama-lama warna darah berubah menjadi cokelat. Perubahan warna ini artinya bahwa darah menjadi rusak. Kesimpulan, sering mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan darah menjadi rusak sehingga mempengaruhi kesehatan. Banyak peminum alkohol yang tiba-tiba meninggal dunia karena minum terlalu banyak, apalagi alkohol oplosan.

Sumber:

Facebook.com

Pengertian Penyakit Endemik dan Contohnya

Pengertian Penyakit Endemik dan Contohnya

Yang disebut dengan penyakti Endemik adalah Penyakit yang umum yang terjadi pada laju yang konstan namun cukup tinggi pada suatu populasi. Kata endemik berasal dari bahasa yunani yaitu “en” yang berarti di dalam dan “demos” berarti rakyat. Jadi suatu masalah penyakit dikatakan sebagai endemik pada suatu populasi tersebut tanpa adanya pengaruh dari luar. Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata).

Berikut adalah contoh penyakit endemik di beberapa daerah di Indonesia, yaitu:

1. Demam berdarah
2. Malaria
3. Demam Tifoid
4. Chikungunya
5. Kaki Gajah (Filariasis)
6. Tuberkulosis (TBC)

Suatu infeksi penyakit dikatakan sebagai endemik bila setiap orang yang terinfeksi penyakit tersebut menularkannya kepada tepat satu orang lain (secara rata-rata). Bila infeksi tersebut tidak lenyap dan jumlah orang yang terinfeksi tidak bertambah secara eksponensial, suatu infeksi dikatakan berada dalam keadaan tunak endemik (endemic steady state). Suatu infeksi yang dimulai sebagai suatu epidemi pada akhirnya akan lenyap atau mencapai keadaan tunak endemik, bergantung pada sejumlah faktor, termasuk virulensi dan cara penularan penyakit bersangkutan.

Dalam bahasa percakapan, penyakit endemik sering diartikan sebagai suatu penyakit yang ditemukan pada daerah tertentu. Sebagai contoh, AIDS sering dikatakan "endemik" di Afrika walaupun kasus AIDS di Afrika masih terus meningkat (sehingga tidak dalam keadaan tunak endemik). Lebih tepat untuk menyebut kasus AIDS di Afrika sebagai suatu epidemi.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Wabah diakses tanggal 8 desember 2015

http://contohpenyakitendemik.blogspot.co.id/2015/05/penyakit-endemik-dan-contohnya.html diakses tanggal 8 desember 2015

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Pengertian penyakit Emfisem, Penyebab, Gejala dan Pencegahan. Penyakit Emfisem (Emfisema) adalah kondisi di mana kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek. Gejala utamanya adalah penyempitan (obstruksi) saluran napas, karena kantung udara di paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan yang luas.

Emfisema merupakan penyakit kronis yang terjadi pada paru-paru dan ditandai dengan sesak nafas yang hebat. Kerusakan pada jaringan paru-paru dan hilangnya elastisitas paru-paru menyebabkan kesulitan bernapas. Jika dalam kondisi normal, udara memasuki hidung atau mulut dan perjalanan menuruni tabung udara (trakea) ke saluran udara utama (bronkus). Bagian ini memungkinkan udara masuk ke paru-paru kanan dan kiri. Setiap cabang bronkus menjadi bagian yang lebih kecil (bronkiolus) dan akhirnya kantung udara menjadi semakin kecil (alveoli). Emfisema menyebabkan kerusakan pada paru-paru yang tidak dapat diubah. Seperti kantung udara menjadi hancur, paru-paru menjadi kurang mampu mentransfer oksigen untuk karbon dioksida dalam aliran darah, dan masih banyak lagi

Emfisema adalah salah satu dari beberapa penyakit yang secara kolektif dikenal sebagai penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan merokok adalah penyebab utama emfisema. Emfisema membuat kantung udara yang terdiri dari balon-balon yang bergerombol seperti tandan buah anggur menjadi kantung udara dengan lubang-lubang menganga di dindingnya. Hal ini mengurangi luas permukaan paru-paru dan, pada gilirannya, jumlah oksigen yang mencapai aliran darah. Penyakit ini juga perlahan-lahan menghancurkan serat-serat elastis yang membuka saluran udara kecil yang mengarah ke kantung udara. Hal ini memungkinkan saluran udara tersebut runtuh ketika mengeluarkan napas, sehingga udara dalam paru-paru tidak dapat keluar.

Penyebab
  1. Usia
  2. Merokok
  3. Polusi Udara
  4. Jenis Kelamin
  5. Faktor Keturunan
  6. Jarang Berolahraga
  7. Pola Hidup tidak Sehat
  8. Reaktivitas Saluran Pernapasan
  9. Kekurangan Enzim Alpha-1 Antitrypsin
  10. Bronkhitis Kronis yang berkaitan dengan merokok

Gejala
  1. Sesak Napas
  2. Batuk Kronis
  3. Sering Merasa Gelisah
  4. Penurunan berat badan
  5. Sering Merasa Kelelahan
  6. Berkurangnya Nafsu Makan
  7. Pembengkakan Pada Mata Kaki dan Kaki
  8. Penurunan Kemampuan untuk Berolahraga

Kebanyakan penderita penyakit ini adalah pria yang sudah berumur 50 tahun dan merupakan perokok berat untuk sebagian besar hidup mereka. Namun, sekarang yang merokok bukanlah hanya para pria saja, wanita juga sudah banyak yang merokok. Perkembangan pada penyakit Emfisema bisa dikatakan sangat lambat. Karena biasanya penderita akan merasakan sesak napas selama kegiatan atau latihan, dan alasan inilah yang mendorong seseorang datang ke dokter untuk melakukan konsultasi. Emfisema datang secara bertahap biasanya setelah penderita merokok selama bertahun-tahun, penyakit ini baru dapat dirasakan.

Komplikasi
  1. Sering mengalami infeksi ulang pada saluran pernapasan
  2. Daya tahan tubuh kurang sempurna
  3. Proses peradangan yang kronis di saluran napas
  4. Tingkat kerusakan paru makin parah.

Pengobatan Pada Penyakit Emfisema

Untuk memperlancar pengobatan, sebaiknya penderita berhenti merokok. Hanya dengan berhenti merokok dapat menghentikan perkembangan kerusakan paru-paru penyebab rokok yang dapat menimbulkan penyakit ini.

Pasien juga harus rutin melakukan cek ke dokter terhadap jenis pengobatan pada penyakit ini, karena jika pengobatan tanpa dilakukan dengan tuntas (sampai sembuh), maka penyakit yang sebelumnya diderita akan semakin parah. Terapkan pola hidup sehat mulailah dengan tidak merokok, rajin olahraga (ringan), perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan perbanyak minum air putih dalam sehari.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Emfisem diakses tanggal 13 November 2015
http://www.pdpersi.co.id/content/ajax_popular_science.php?psid=33 diakses tanggal 13 November 2015

http://www.gejalapenyakit.xyz/gejala-penyakit-emfisema/ diakses tanggal 13 November 2015

Masa Inkubasi Penyakit Cacar Air

Masa Inkubasi Penyakit Cacar Air

Cacar air atau yang biasa disebut juga chicken pox adalah penyakit yang ditularkan oleh virus Varisela zoster. Penyakit ini lebih banyak atau lebih umum menyerang anak-anak dari pada orang dewasa. Anak yang rawan terserang adalah mereka yang belum pernah tertular.

Penularan virus Varisela zoster yang menyebabkan cacar terjadi melalui udara atau kontak langsung dengan luka penderita. Saat tertular Masa inkubasi terjadi antara 14-16 hari. Ketika bintil cacar sudah kehitaman dan pecah, sebaiknya untuk menghindari kontak langsung dengan penderita.



Masa inkubasi yang tejadi dalam tempo 2 sampai 3 pekan dengan ditandai dengan badan yang terasa panas namun bukan demam.

10 Jenis Sakit Kepala Umum Yang Perlu Anda Ketahui

10 Jenis Sakit Kepala Umum Yang Perlu Anda Ketahui

Setiap orang pasti pernah mengalami penyakit sakit kepala. Karena penyakit ini bisa timbul karena beberapa faktor kehidupan sehari-hari. Beberapa penyebabnya antara lain seperti seperti stres saat bekerja, kurang tidur, atau bahkan terlalu lelah.

Sakit kepala sebenarnya terdiri dari 150 jenis, jumlah tersebut disebutkan oleh para ahli. Hal ini disebabkan otak memiliki banyak saraf yang rentan akan tekanan. Namun kali ini akan dibahas saja mengenai 10 sakit kepala yang umum terjadi.

Berikut 10 jenis sakit kepala seperti dilansir boldsky.com

Migrain

Migrain biasanya disebabkan karena peradangan pada arteri dan pembuluh darah otak. Gejalanya seperti diremas dan membuat kepala Anda berdenyut dan hanya terjadi di salah satu bagian kepala.

Sinus

Sakit kepala sinus bersifat musiman, namun saat kambuh sakit kepala ini terasa sangat menyakitkan. Biasanya sakit kepala ini terjadi saat sedang terserang flu. Gejala dan efek sakit kepala sinus mampu membuat mata berair, hidung dan wajah seakan membengkak, dan pusing di pangkal mata dekat hidung.

Sakit kepala karena tekanan

Sakit kepala ini disebabkan oleh tekanan. Biasanya muncul karena tekanan saat Anda mengalami hari menegangkan. Sakit kepala ini dapat diatasi dengan isitrahat secukupnya.

Sakit kepala di area tertentu (cluster)

Sakit kepala cluster dapat mengakibatkan rasa nyeri yang tak tertahankan pada satu sisi kepala Anda. Anda biasanya akan merasakan bengkak di kelopak mata, hidung meler, dan mata berair saat jenis sakit kepala ini menyerang. Jenis sakit kepala ini jarang menyerang kaum pria.

Sakit kepala hormonal

Sakit kepala ini biasa terjadi pada kaum perempuan. Hal ini karena wanita sering mengalami perubahan siklus hormonal secara tiba-tiba saat melewati masa tertentu seperti pubertas, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Selain itu mengonsumsi obat-obatan seperti pil kontrasepsi juga dapat menyebabkan munculnya sakit kepala hormonal.

Sakit kepala karena ketergantungan kafein

Kafein juga dapat menyebabkan sakit kepala. Sehingga para peminum kopi seringkali mengalami sakit kepala saat mereka tidak minum kopi. Hal ini karena otak mencari suntikan kafein yang biasanya didapatkan dari kopi. Untuk mengobati penyakit ini sebaiknya mengurangi minum kopi agar ketergantungan berangsur-angsur hilang.

Sakit kepala karena sakit gigi

Sakit gigi biasa disertai dengan sakit kepala, hal ini karena nyeri sakit gigi ini menjalar hingga ke saraf kepala.

Sakit kepala karena minum alkohol

Kebanyakan minum alkohol juga dapat menyebabkan sakit kepala. Dan biasanya rasa sakit ini muncul di pagi hari setelah semalam mabuk. Sakit kepala karena alkohol biasanya ikut dengan rasa mual serta mata merah.

Sakit kepala kronis

Jika Anda sering mengalami sakit kepala, berhati-hatilah bisa saja itu merupakan gejala sakit kepala kronis. Sebaiknya periksakan kesehatan saat sering mengalami sakit kepala setidaknya 2 kali dalam sebulan.

Sakit kepala karena mata lelah


Selain gigi, mata juga dapat menyebabkan sakit kepalat. Mata lelah dapat membuat Anda pusing. Hal ini disebabkan saraf otak yang ikut mengontrol saraf mata juga bekerja dengan keras. Faktor penyebabnya adalaha menonton TV terlalu lama, menatap layar komputer terlalu sering, hingga membaca dalam kondisi gelap.

Masa Inkubasi Penyakit HIV AIDS


Masa inkubasi HIV membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat HIV menular melalui cairan tubuh, seperti air mani, ASI, maupun transfusi darah dan masuk dalam sistem tubuh kita, maka umumnya tidak ada gejala AIDS sama sekali. Dalam waktu kurang dari tiga bulan pun saat dites kemungkinan besar hasilnya negatif. Hal ini karena virus HIV berkembang biak dahulu sehingga setelah tiga bulan baru bisa dideteksi melalui tes darah dengan metode Elisa.

Masa tunggu tersebut dikenal dengan window period (masa jendela). Pada masa ini hasil tes yang negatif bisa negatif palsu yang berarti sebenarnya positif tapi terdeteksi negatif. Masa jendela berbeda dengan masa inkubasi di mana setelah ada infeksi HIV, sekitar 5 10 tahun kemudian baru akan muncul gejala AIDS.

Sebelum masa AIDS biasa muncul gejala yang termasuk indikator AIDS, namun belum bisa disebut AIDS karena masih terbatas pada satu atau dua gejala. Kondisi semacam ini disebut dengan AIDS Related Complex (ARC). Sampai setelah HIV bermanifestasi, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena virus menyerang sistem kekebalan tubuh.

Virus HIV dapat bersembunyi di dalam tubuh dari 2 sampai 4 minggu. Tahap infeksi akut berlangsung hampir sebulan. Gejala awalnya dapat berupa demam, sakit tenggorokan, ruam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Selanjutnya akan muncul luka di sekitar mulut dan tenggorokan.

Setelah itu akan masuk dalam tahap laten, dimana semua gejala hilang selama beberapa minggu atau bahkan bertahun-tahun sebelum akhirnya berkembang menjadi Auto Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Dan mengakibatkan penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, infeksi paru-paru, ruam dan luka pada mulut. Pada kondisi ini, kekebalan tubuh menjadi sangat lemah sehingga rentan terhadap hepatitis, herpes, tuberkulosis, dan pneumonia.

Sumber referensi:
http://spiritia.or.id/tj/bacatj.php?tjno=ha2201 diakses tanggal 30 oktober 2015

http://www.amazine.co/10447/tips-anti-aids-memahami-gejala-awal-inkubasi-hivaids/ diakses tanggal 30 oktober 2015

6 Makanan Yang Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

6 Makanan Yang Dapat Membantu Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

6 Makanan Yang Dapat Membantu Menurunkan Hipertensi. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang banyak di alami masyarakat indonesia. Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti asupan garam yang berlebih, kegelisahan, obesitas, kekurangan beberapa nutrisi, dan lainnya.

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi, dapat dilakukan dengan cara menjaga pola makan, mengurangi makanan yang memiliki asupan garam yang banyak. Namun ada juga makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Apa saja makanan tersebut? yuk kita simak dibawah ini seperti dilansir tribunnews:

1. Sayuran hijau

Sayuran hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah. Seperti bayam karena mengandung kalium yang banyak. Selain bayam, seledri juga dapat membantu anda untuk mengatasi hipertensi.

2. Susu bebas lemak

Susu yang bebas lemak sangat baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi karena mengandung kalsium yang tinggi serta vitamin D. Susu ini lebih baik jika dikonsumsi hangat. Perlu diperhatikan untuk memeriksa tidak ada lemak sama sekali, karena kehadiran lemak akan menyebabkan peningkatan tekanan darah.

3. Tomat

Tomat banyak mengandung nutrisi penting seperti kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E. Nutrisi tersebut dapat membantu mengurangi tekanan darah jika dikonsumsi secara teratur.

4. Bawang putih

Bawang putih memiliki aroma yang kuat, namun tahukah anda bahwa bawang putih dapat mencegah pembekuan darah dan penebalan pembuluh darah. Selain itu, bawang putih juga dapat menahan efek buruk yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan membantu menghilangkan penyumbatan di jantung.

5. Gandum atau oats

Gandung juga merupakan salah satu makanan alternatif untuk menurunkan tekanan darah. Rutinlah mengonsumsi oats sebagai sarapan pagi.

6. Buah-buah segar

Buah buahan yang segar mengandung mineral dan vitamin yang akan membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu juga buah tidak menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat.

Itulah 6 jenis makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Sebaiknya juga jangan lupa untuk minum air dalam jumlah yang banyak setiap hari untuk menurunkan ketegangan saraf. Ketegangan saraf juga merupakan salah satu faktor munculnya tekanan darah tinggi.

Masa Inkubasi Penyakit Malaria

Masa Inkubasi Penyakit Malaria

Masa Inkubasi Penyakit Malaria. Penyakit malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Parasit bernama Plasmodium. Ketika parasi ini masuk ketubuh hingga sampai timbulnya gejala klinis inilah yang disebut dengan masa inkubasi.

Masa inkubasi malaria tergantung dari jenis parasitnya yaitu:

1. Plasmodium falciparum

Masa inkubasi sekitar 12-17 hari. Seseorang yang tertular penyakit ini akan demam pada hari ketiga setelah digigit nyamuk.

2. Plasmodium falciparum

Masa inkubasi 9 – 14 hari. Penderita penyakit malaria yang disebabkan jenis parasit ini akan mengalami demam setiap 24 hingga 48 jam sekali.

3. Plasmodium malariae

Masa inkubasi 18 – 40 hari. Gejala umum setiap hari keempat pasien akan mengalami demam tinggi.

4. Plasmodium ovale

Masa inkubasi 16 – 18 Hari. Jenis malaria yang disebabkan parasit ini tergolong dalam penyakit malaria yang dapat sembuh secara spontan tanpa pengobatan apapun.

Beberapa strain dari Plasmodium vivax mempunyai masa inkubasi yang jauh lebih panjang yakni sampai 9 bulan. Strain ini terutama dijumpai didaerah Utara dan Rusia nama yang diusulkan untuk strain ini adalah Plasmodium vivax hibernans.

Itulah masa inkubasi dari penyakit malaria. Semoga bermanfaat.

Sumber referensi:
http://www.bimbingan.org/berapa-lama-masa-inkubasi-penyakit-malaria-dalam-tubuh-manusia.htm diakses tanggal 17 september 2015
http://agape-malaria.blogspot.co.id/2011/09/masa-inkubasi-intrinsik-malaria.html diakses tanggal 17 september 2015

Pengertian Penyakit Batu Empedu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Batu Empedu, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian penyakit Batu empedu, gejala, penyebab dan pengobatan. Batu empedu adalah cairan empedu yang mengeras atau membatu yang terbentuk dalam kantong empedu. Kantong empedu (gallbladder) adalah salah satu organ kecil yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di perut bagian kanan, tepat di bawah hati.

Kantong empedu yang normal memiliki cairan pencernaan yang disebut empedu untuk dilepaskan ke usus kecil. Jika cairan tersebut membatu, maka proses pelepasan cairan akan terganggu. Hal inilah yang kemudian menyebabkan gejala batu empedu.

Ukuran batu empedu sangat beragam, ada yang seperti sebutir pasir dan bahkan ada yang sebesar bola golf.

Gejala

Beberapa orang memiliki batu empedu tapi tidak mengalami gejala apapun. Gejala batu empedu timbul pada saat batu menyumbat saluran empedu dan menimbulkan peradangan. Gejala utama yang biasa di alami oleh penderita penyakit batu empedu adalah:

1. Sakit perut

Gejala utama batu empedu yaitu rasa sakit pada perut yang tiba-tiba, sakit perut biasanya berlangsung 1-5 jam (meskipun kadang-kadang bisa berlangsung hanya beberapa menit), dikenal sebagai kolik bilier.

2. Sakit di daerah uluhati

Beberapa penderita juga mengalami gejala lain jika penyumbatan lebih parah atau penyumbatan berkembang di bagian lain dari sistem pencernaan.

Rasa sakit yang biasa dirasakan di bagian tengah perut, antara tulang dada dan perut (ulu hati). Tepat di bawah tulang rusuk sebelah kanan, rasa sakit akan menjalar ke samping dan belakang (punggung). Rasa sakit terkadang dipicu oleh makan makanan berlemak, namun dapat juga terjadi pada setiap saat sepanjang hari dan dapat membangunkan penderitanya saat tidur di malam hari.
Selain itu beberapa penderita juga mengalami keringat dingin dan merasa mual atau muntah.

Gejala batu empedu lainnya

Gejala lebih serius akan muncul jika cairan empedu terhalangi dalam jangka lama, sehingga menyebabkan pengaruh pada organ lain seperti pancreas atau usus kecil. Jika hal tersebut terjadi, maka akan menimbulkan gejala berikut:

  1. Demam dengan suhu tinggi 38 ° C (100.4 ° F) atau lebih
  2. Sakit perut lebih hebat
  3. Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  4. Kulit gatal
  5. Diare
  6. Menggigil
  7. Kebingungan
  8. Tidak nafsu makan
  9. Segera hubungi dokter jika mengalami gejala yang lebih serius seperti:
  10. Ikterus (Kuning)
  11. Nyeri perut yang berlangsung lebih dari delapan jam
  12. Demam (suhu tinggi) dan menggigil
  13. Sakit perut yang begitu kuat yang tak reda dengan posisi apapun

Penyebab

Belum diketahui jelas sebenarnya penyebab batu empedu. Namun diketahui bahwa batu empedu terjadi karena hal-hal sebagai berikut:

1. Cairan Empedu yang mengandung kolesterol tinggi

2. Cairan Empedu yang mengandung terlalu banyak bilirubin. Bilirubin adalah zat kimia yang dihasilkan dari sel darah merah yang rusak.

3. Gangguan Pengosongan Kantong empedu. Hal ini terjadi jika kantong empedu tidak dapat mengosongkan diri sepenuhnya.

Faktor-faktor risiko penyebab batu empedu

  1. Perempuan
  2. Usia 60 tahun atau lebih
  3. Kelebihan berat badan atau obesitas
  4. Banyak anak
  5. Makan makanan yang tinggi lemak
  6. Makan makanan tinggi kolesterol
  7. Makan makanan rendah serat
  8. Memiliki riwayat keluarga batu empedu
  9. Memiliki diabetes
  10. Kehilangan berat badan sangat cepat
  11. Mengambil beberapa obat penurun kolesterol
  12. Mengambil obat yang mengandung estrogen, seperti obat terapi hormon

Pengobatan

Pengobatan penyakit batu empedu digolongkan atas dua kondisi yaitu pengobatan pada penderita yang mengalami gejala dan yang tidak mengalami gejala sakit.

1. Pengobatan Batu empedu yang tidak menyebabkan tanda dan gejala

Penderita batu empedu yang tidak menyebabkan tanda dan gejala, biasanya terdeteksi dengan USG atau CT scan yang dilakukan saat cek up rutin atau untuk penyakit lain, biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun tetap waspada jika mengalami gejala-gejala seperti diatas. Jika terjadi gejala-gejala batu empedu segeralah periksa ke dokter.

Pengobatan Batu Empedu dengan tanda dan gejala

Pilihan pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Pembedahan (operasi)
Operasi dilakukan untuk mengangkat kandung empedu (kolesistektomi). Pengangkatan kandung empedu tidak terlalu berpengaruh, pasien tetap bisa hidup normal. Namun biasanya hanya memberikan efek diare, itupun bersifat sementara.

2. Obat Penghancur batu empedu
Obat penghancur batu empedu berfungsi untuk melarutkan batu empedu. Namun proses penghancuran ini memerlukan waktu yang sangat lama, dapat berbulan-bulan hingga tahunan, bahkan obat ini tidak bekerja secara efektif.

Sumber referensi:
http://mediskus.com/penyakit/batu-empedu.html diakses tanggal 10 september 2015

Pengertian Penyakit Lyme, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lyme, Penyebab, Gejala dan Pengobatan
Erythema migrans (photo:wikipedia)
Penyakit Lyme adalah penyakit peradangan akut yang ditandai dengan perubahan kulit, peradangan sendi, dan gejala yang menyerupai flu. Penyakit ini termaksud salah satu jenis penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara (vektor) berupa kutu. Nama Lyme diambil dari kata Old Lyme, suatu kota di Connecticut dimana penyakit ini pertama kali ditemukan.

Penyebab dan penularan

Penyakit ini disebabkan oleh Borrelia burgdoferi, bakteri dari golongan Spirochetes, dan disebarkan secara luas oleh kutu Ixodes scapularis. Kutu tersebut umumnya menghisap darah hewan seperti burung, hewan peliharaan, hewan liar, dan juga manusia.

Beberapa kasus penularan di beberapa benua :

Amerika

Penyakit Lyme tidak hanya ditularkan oleh kutu Ixodes scapularis, tetapi juga oleh tikus dan kutu Ixodes paficius.

Eropa

Di Eropa terdapat pesies Borrelia lainnya yaitu B. garinii yang juga mampu menyebabkan penyakit dengan gejala yang mirip seperti penyakit Lyme. Penularan penyakit tersebut di daerah Eropa dilakukan dengan vektor berupa kutu I. ricinus.

Asia

Penyakit Lyme disebabkan oleh B. afzelii melalui perantaraan I. persulcatus. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa distribusi penyakit ini sangat luas dan ditransmisikan ke manusia via golongan Borrelia dan berbagai jenis kutu yang berbeda spesiesnya, tergantung pada wilayah masing-masing.

Gejala

Gejala utama penyakit lyme adalah sakit kepala, sakit punggung, dingin, dan kelelahan. Biasanya muncul bintik merah yang lebar disekitar gigitan kutu yang disebut erythema migrans.

Gejala pada penyakit Lyme kronis ditandai dengan artritis dan gangguan neurologis seperti kelumpuhan, kelemahan pada beberapa bagian anggota badan, serta dapat terjadi kerusakan jantung. Dan jika tidak ditangani, sel B. burgdorferi dapat dapat menginfeksi sistem saraf pusat dan dorman hingga terjadi gejala klinis lainnya yang meliputi gangguan penglihatan, kejang, dan kelumpuhan wajah.

Radang sendi

Setelah beberapa bulan B. infeksi burgdorferi, sedikit lebih dari separuh orang tidak diobati dengan antibiotik mengembangkan serangan berulang dari nyeri sendi dan bengkak yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa bulan. Arthritis dapat beralih dari satu sendi yang lain. Lutut adalah yang paling sering terkena. Sekitar 10 sampai 20 persen orang yang tidak diobati akan terus mengembangkan arthritis kronis (jangka panjang).

Neurologis

Penyakit Lyme juga dapat mempengaruhi sistem saraf, menyebabkan gejala seperti;

  1. Kaku leher dan sakit kepala parah (meningitis)
  2. Sementara kelumpuhan otot wajah (Bell palsy)
  3. Mati rasa, nyeri, atau kelemahan pada anggota gerak
  4. Miskin gerakan otot

Perubahan yang lebih halus seperti kehilangan memori, kesulitan berkonsentrasi, dan perubahan suasana hati atau kebiasaan tidur juga telah dikaitkan dengan penyakit Lyme.

Masalah sistem saraf biasanya mengembangkan beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahun setelah infeksi diobati. Gejala ini sering berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan dapat kembali.
Kurang umum, orang tidak diobati dapat mengembangkan masalah lain minggu, bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi.

Masalah Jantung

Kurang dari 1 dari 10 orang dengan penyakit Lyme mengembangkan masalah jantung, seperti detak jantung tidak teratur, yang dapat dimulai dengan pusing atau sesak napas.

Gejala lain

Kurang umum, penyakit Lyme dapat mengakibatkan radang mata, hepatitis (penyakit hati), dan kelelahan yang parah, meskipun tidak ada masalah ini mungkin muncul tanpa gejala lain penyakit Lyme yang hadir.

Sebagian gejala penyakit Lyme mirip dengan penyakit sifilis, namun penyakit Lyme tidak ditularkan melalui hubungan seks atau kontak fisik lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian B. burgdorferi ikut keluar melalui urin dan penularan pada hewan diduga banyak terjadi melalui urin yang terinfeksi.

Pengobatan dan Pencegahan

Untuk mencegah gigitan kutu pada kulit dan dari pakaian, dapat digunakan senyawa penangkal kutu berupa dietil-m-toluamida (DEET). Vaksin untuk penyakit Lyme juga telah dikembangkan dan terutama diperuntukkan untuk hewan. Untuk mengobati infeksi penyakit ini, dapat digunakan doksisiklin (senyawa turunan tetrasiklin), atau amoksisilin (antibiotik beta-laktam) selama 20-30 hari. Apabila penyakit telah memasuki fase kronis maka dapat digunakan penisilin atau ceftriaxone dalam dosis tinggi yang disertai dengan probenicid, senyawa kimia yang dapat mempertahankan serum antibiotik di dalam tubuh hingga 30 hari.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Lyme diakses tanggal 6 september 2015
http://www.news-medical.net/health/Lyme-Disease-Symptoms-(Indonesian).aspx diakses tanggal 6 september 2015
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150630111627-255-63239/kisah-perjuangan-avril-lavigne-melawan-penyakit-lyme/ diakses tanggal 6 september 2015

Pengertian Penyakit Ekshibisionisme dan Jenisnya

Pengertian Penyakit Ekshibisionisme dan Jenisnya
Photo: google image
Pengertian penyakit ekshibisionisme dan jenisnya. Sebenarnya ekshibisionisme merupakan sebuah kelainan seks yang suka memperlihatkan auratnya dengan atau tanpa pengetahuan orang lain. Sehingga definisi ekshibisionisme adalah tindakan memamerkan atau mengekspos ke publik bagian-bagian tubuh seseorang yang biasanya tertutup. Penderita biasanya mengekpos payudara, alat kelamin, atau bokong.

Para penderita ekshibisionisme mengekspos bagian tubuh mereka sedemikian rupa kepada kelompok teman-teman, kenalan, atau orang asing untuk sebagai hiburan, kepuasan seksual, atau untuk kesenangan.

Kelainan seks ini sudah sejak lama dilakukan, yaitu tercatat sejak zaman klasik, sering dalam konteks kelompok perempuan melakukan ini untuk mempermalukan laki-laki yang menghasut mereka untuk melakukan, beberapa tindakan publik yang dianggap tidak senonoh. Sejarawan Yunani kuno Herodotus memberikan penjelasan tentang perilaku ekshibisionis dari abad kelima SM dalam Historia.

Eksibisionisme pertamakali dianggap sebagai penyakit jiwa dalam jurnal ilmiah terbitan 1877 karya dokter dan psikolog Perancis Charles Lasègue (1809–1883). Hal ini karena perilaku eksibisionisme telah mengganggu kualitas hidup seseorang untuk dapat berfungsi secara normal dan dianggap kelainan psikologis, dikategorikan ke dalam Diagnostic and Statistical Manual, 4th Edition (kelas 302.4) sebagai menyimpangan seksual yang disebut "Parafilia".

Jenis paparan ketelanjangan

Dibawah ini adalah jenis bentuk eksibisionisme, yaitu:

1. Anasirma
Tindakan mengangkat rok ketika tidak mengenakan celana dalam, dengan tujuan untuk memamerkan alat kelamin.

2. Flashing
Tindakan membuka secara sementara anggota tubuh yang biasanya tertutup. Memamerkan secara singkat alat kelamin laki-laki atau perempuan dan payudara.

3. Martimaklia
Suatu jenis parafilia yang melibatkan ketertarikan seksual agar orang lain menonton tindakan seksual yang dilakukannya.

4. Mooning
Tindakan mempertunjukan bokong. Tindakan ini lebih sering dianggap lelucon, humor, hinaan atau ejekan, dan tidak ada hubungannya dengan rangsangan seksual; sedangkan jika dilakukan oleh perempuan, hal kebalikannya terjadi, yaitu dianggap rangsangan seksual.

5. Streaking
Aksi berlari telanjang bulat melintasi tempat umum. Tujuannya biasanya bukan bersifat seksual, tetapi nilai ketegangan dan "kejutan", dan dapat dilakukan laki-laki atau perempuan.

6. Kandaulisme
Tindakan yang dilakukan seseorang untuk menelanjangi pasangan seksualnya dengan cara yang eksplisit.

7. Reflektoporn
Tindakan menelanjangi diri sendiri dan mengambil gambar atau video dengan menggunakan permukaan memantul, seperti cermin, kemudian mengunggah gambar tersebut ke internet atau forum publik.

8. Skatologia telepon
Beberapa peneliti mengklaim bahwa perilaku ini adalah varian eksibisionisme, meskipun tidak terdapat komponen interaksi fisik secara langsung.

Klasifikasi

Secara umum terdapat dua kelompok Eksibisionisme yaitu yang tidak berbahaya dan yang berbahaya.
Dalam karya ilmiah Forensik dan Aspek Medik-Legal atas Kejahatan Seksual dan Praktek Seksual yang Tidak Biasa (2009) mengklasifikasikan eksibisionisme sebagai berikut.

Kelas I: Eksibisionis berfantasi

Orang-orang ini berfantasi memamerkan alat kelamin mereka kepada orang-orang yang tidak curiga, tapi terlalu takut untuk benar-benar melaksanakan fantasi itu.

Kelas II: Eksibisionis murni

Orang-orang ini puas dengan hanya memamerkan alat kelamin mereka dari kejauhan dan bermasturbasi.

Kelas III: Eksibisionis kriminal

Kelompok ini merupakan yang terbanyak dan sering terlibat dalam kejahatan seksual lainnya, terutama pedofilia dan penganiayaan anak.

Kelas IV: Eksibisionis ekslusif

Pada kelas ini pelaku Eksibisionis tidak dapat membentuk hubungan romantis normal dengan orang dari kelompok preferensi jender mereka, dan tidak bisa melakukan hubungan seksual yang normal. Bagi mereka, eksibisionisme adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Eksibisionisme diakses tanggal 5 september 2015

10 Jenis Penyakit Kulit Yang Berbahaya

10 Jenis Penyakit Kulit Yang Berbahaya
Tungiasis
Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang melindungi organ-organ penting tubuh. Kulit juga dapat mengalami beberapa jenis penyakit. Ada yang tidak berbahaya dan ada pula yang sangat berbahaya. Bahkan beberapa penyakit kulit yang berbahaya dapat menyebabkan kematian.

Jenis-jenis penyakit kulit sangat banyak, namun dibawah ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang sangat berbahaya. Untuk menambah pengetahuan kita mengenai jenis-jenis penyakit kulit yang berbahaya, yuk kita simak dibawah ini:

1. Tungiasis

Jenis penyakit kulit ini menyerang bagian kaki dan tergolong jenis yang berbahaya. Tungiasis disebabkan oleh kutu yang membuat lubang di dalam kulit dan kemudian bertelur. Gejala yang ditimbulkan penyakit tungiasis ini adalah rasa gatal, panas seperti terbakar, dan rasa nyeri di daerah yang terinfeksi. Penyakit ini jika tidak mendapatkan perawatan dapat menyebabkan tetanus, kehilangan kuku, bahkan dapat kehilangan jari.

2. Pediculosis

Pediculosis juga disebabkan oleh kutu. Namun kutu penyakit pediculosis ini hidup di kulit yang ditumbuhi rambut. Gejala dan tanda yang ditimbulkan adalah adanya perubahan warna dan terjadinya penebalan pada kulit. Jika tidak segera diobati dapat menyebabkan infeksi dan luka yang terbuka.

3. Shingles

Shingles atau biasa disebut juga herpes zoster merupakan jenis penyakit kulit yang menyerang anak-anak. Namun, penyakit ini tidak menutup kemungkinan juga menyerang orang dewasa. Gejala yang ditimbulkan adalah adanya rasa seperti tertusuk pada kulit, penderita sering mengalami demam, sakit kepala, dan kesemutan. Penyakit ini dapat menimbulkan ruam pada kulit yang berupa titik-titik merah yang lama kelamaan akan membesar dan akhirnya menjadi koreng dan lecet.

4. Lichen Planus

Penyakit kulit lichen planus tidak hanya menyerang kulit namun juga mempengaruhi selaput lendir. Penyakit lichen planus biasanya menyerang mulut dan lidah. Gejala dan tanda penyakit ini adalah adanya ruam kecil dan bersisik pada daerah yang terinfeksi, lalu ruam itu akan memanjang di dalam mulut, lidah, hingga bagian dalam pipi.

5. Pemphigus Vulgaris

Pemphigus vulgaris merupakan jenis penyakit kulit yang menyebabkan ruam. Penyakit ini biasanya menyerang orang yang telah berusia empat puluh tahun. Gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan kulit dibagian mulut melepuh. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan perawatan.

6. Stevens-Johnson Syndrome

Penyakit ini juga menyebabkan ruam pada kulit dan biasanya hanya menyerang pria yang berusia antara 20 hingga 40 tahun. Ruam yang terjadi akibat penyakit ini akan mempengaruhi selaput lender. Sebaiknya segera dilakukan perawatan rutin jika terkena penyakit ini, karena penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian.

7. Toxic Epidermal Necrolysis

Ini merupakan jenis penyakit kulit yang paling berbahaya. Gejala yang ditimbulkan adalah kelelahan, demam, nyeri otot dan sendi, batuk, dan juga pilek. Jika tidak diobati kulit yang terserang akan menjadi lembut dan lama kelamaan dapat menyebabkan kematian.

8. Basal Cell Carcinoma

Basal cell carcinoma (karsinoma sel basal) merupakan penyakit kanker kulit. Penyakit ini dapat dicegah dengan dengan menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit jika melakukan aktivitas di luar rumah.

9. Squamous Cell Carcinoma (Karsinoma Sel Skuamosa)

Jenis ini juga merupakan salah satu jenis kanker kulit yang menyerang sel skuamosa yang terletak di lapisan tengah kulit.

10. Melanoma Skin Cancer

Kanker kulit melanoma merupakan salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Namun kasus dari penyakit ini jarang ditemukan. Dari semua jenis penyakit kulit yang berbahaya, jenis ini yang paling banyak menyebabkan kematian.

Sumber referensi
http://lifestyle.blog-guns.com/2015/05/jenis-penyakit-kulit-paling-berbahaya.html

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Pengertian Penyakit Lupus, Gejala, Penyebab dan Pengobatan. Lupus atau dikenal juga dengan sebutan autoimune merupakan penyakit yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh manusia dan merupakan salah satu penyakit mematikan. Penyakit lupus terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justru menyerang tubuh pemiliknya.

Jenis penyakit lupus Eritematosus Sistemik (SLE) atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan jenis yang mematikan. Lupus jenis ini lebih dikenal dan sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman tentang penyakit ini di kalangan umum. Lupus lebih banyak diderita oleh wanita daripada pria dengan perbandingan 9:1.

Tipe-tipe Lupus

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe, antara lain:

  1. Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE).
  2. Lupus eritematosus diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).
  3. Lupus akibat penggunaan obat (drug inducted lupus)
  4. Neonatal (lupus yang terjadi pada bayi)

Gejala

Pengidap lupus akan mengalami serangan dari sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada bentuk yang sistemik (SLE), serangan lupus juga dapat memengaruhi organ dalam manusia yang vital, seperti ginjal dan hati. Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang pada selang waktu tertentu. Sementara lupus yang timbul akibat penggunaan obat akan hilang saat reaksi obat hilang dari tubuh.

Gejala lupus eritematosus sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE) sangat beragam. Banyak penderita SLE yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama lalu tiba-tiba mengalami serangan yang parah.

Gejala Utama SLE

Terdapat tiga gejala utama umum, antara lain:

  1. Rasa lelah yang ekstrem
  2. Ruam pada kulit
  3. Nyeri pada persendian

Berikut adalah gejala-gejala lain yang kemungkinan dialami penderita SLE:

  1. Sariawan yang terus muncul.
  2. Demam tinggi (38ºC atau lebih).
  3. Tekanan darah tinggi.
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening.
  5. Sakit kepala.
  6. Rambut rontok.
  7. Mata kering.
  8. Sakit dada.
  9. Hilang ingatan.
  10. Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.
  11. Tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki
  12. Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Penyebab

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi penyebab munculnya penyakit lupus, yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Namun secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui.

1. Faktor internal

Penyebab internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Sehingga penyakit ini disebut juga penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih beresiko diidap oleh orang dari beberapa ras, seperti Ras Amerika Afrika, Latin, Ras Asia Pasifik.

2. Faktor eksternal

Dari faktor eksternal penyakit lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

  1. Stress berlebihan.
  2. Penggunaan obat antibiotik seperti amoxilin, ampicilin.
  3. Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu,
  4. dan obat-obatan berbahan dasar sulfa seperti Bactrim dan septra, silsoxazole, tolbutamide.

Pengobatan

Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatan yang ada hanyalah untuk mengurangi tingkat gejala, mencegah kerusakan organ dalam, serta meminimalkan dampaknya pada kehidupan penderita SLE.

1. Menghindari Paparan Sinar Matahari

Melindungi kulit dari sinar matahari sangatlah penting bagi penderita SLE. Ruam pada kulit yang dialami penderita SLE dapat bertambah parah jika terpapar sinar matahari.

2. Obat anti inflamasi nonsteroid

Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala atau serangan yang parah.

4. Hydroxychloroquine

Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama SLE

5. Obat imunosupresan

Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine,mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide

6. Rituximab

Jika obat-obat lain tidak mempan bagi penderita SLE, dokter akan menganjurkan rituximab. Obat ini termasuk jenis baru dan awalnya dikembangkan untuk menangani kanker darah tertentu, misalnya limfoma. Tetapi rituximab terbukti efektif untuk menangani penyakit autoimun, seperti SLE dan artritis reumatoid.

Sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lupus_eritematosus_sistemik diakses tanggal 28 agustus 2015
http://www.alodokter.com/lupus/ diakses tanggal 28 agustus 2015